Trump Pecat Kepala BLS Usai Data Pekerjaan AS Melemah, Picu Kekhawatiran soal Intervensi Politik

Date:

DCNews, Washington — Presiden Donald Trump memerintahkan pemecatan Komisaris Biro Statistik Tenaga Kerja (BLS) Erika McEntarfer pada Jumat kemarin (1/8/2025) waktu setempat, hanya beberapa jam setelah lembaga itu merilis data yang menunjukkan perlambatan tajam pertumbuhan lapangan kerja di Amerika Serikat dalam tiga bulan terakhir.

Lewat unggahan di media sosial, Trump menuduh McEntarfer telah mempolitisasi laporan pekerjaan, meski tanpa memberikan bukti jelas. “Saya sudah menginstruksikan tim saya untuk memecat orang yang ditunjuk Biden secara politis ini, segera. Dia akan digantikan dengan orang yang jauh lebih kompeten. Angka penting seperti ini harus adil dan akurat, tidak boleh dimanipulasi demi politik,” tulis Trump, sebagaimana dikutip DCNews, Sabtu (2/8/2025).

Data BLS yang dirilis pada hari yang sama menunjukkan penambahan hanya 73.000 lapangan kerja selama Juli. Sementara itu, data dua bulan sebelumnya direvisi turun hampir 260.000, menjadikan rata-rata pertumbuhan tiga bulanan hanya 35.000—angka terendah sejak pandemi COVID-19.

McEntarfer, yang ditunjuk oleh Presiden Joe Biden pada 2023 dan dikonfirmasi Senat dengan suara 86-8 awal 2024, belum memberikan komentar publik. Sementara itu, Menteri Tenaga Kerja Lori Chavez-DeRemer mengatakan Wakil Komisaris William Wiatrowski akan menjabat sebagai pelaksana tugas hingga pengganti permanen ditunjuk.

Meski posisi Komisaris BLS merupakan jabatan presiden, lembaga ini selama ini dikenal sebagai institusi non-partisan dan independen. Statistik ekonomi yang dikeluarkan BLS menjadi acuan utama bagi pasar keuangan global dan kebijakan ekonomi domestik.

“Jika benar terjadi, ini masalah besar. Kepercayaan publik terhadap integritas data akan terguncang,” ujar Julia Coronado, ekonom dan pendiri MacroPolicy Perspectives LLC. “Data ini adalah layanan publik bernilai besar dan integritasnya sangat penting.”

Langkah Trump ini langsung memicu kekhawatiran lintas partai. Senator Elizabeth Warren menyebut tindakan tersebut “berbahaya” dan memperingatkan bahwa memecat pejabat hanya karena menyampaikan data yang buruk bukanlah solusi. “Rakyat butuh pekerjaan layak, bukan propaganda angka,” kata Warren.

Senada, Ernie Tedeschi, mantan kepala ekonom di Dewan Penasihat Ekonomi Gedung Putih era Biden, membela McEntarfer. “Saya bekerja dekat dengannya. Dia selalu menjunjung tinggi kebenaran data. Tidak ada yang lebih buruk bagi kredibilitas AS selain campur tangan politik dalam statistik ekonomi,” tulisnya melalui akun X.

Dalam laporan BLS, dijelaskan bahwa penurunan data dua bulan terakhir sebagian besar berasal dari penyesuaian musiman di sektor pendidikan pemerintah daerah dan negara bagian. Namun, sejumlah ekonom menyoroti persoalan struktural yang lebih dalam, terutama menurunnya tingkat respons awal survei penggajian.

Saat ini, tingkat respons awal berada di bawah 60%, turun dari 70% lebih pada era pra-pandemi. Padahal data tersebut digunakan untuk membuat laporan bulanan yang menjadi patokan berbagai kebijakan dan pergerakan pasar global.

Selain revisi bulanan, BLS juga merilis revisi tahunan setiap Februari. Tahun lalu, revisi tahunan yang dilakukan mencatat koreksi terbesar sejak 2009, membuat angka-angka ekonomi makin sensitif terhadap perubahan metodologi dan sumber data.

Pemecatan McEntarfer terjadi di tengah meningkatnya tekanan politik dari Trump terhadap lembaga-lembaga ekonomi federal. Dalam pekan yang sama, Trump juga secara terbuka mendesak Ketua Federal Reserve Jerome Powell agar segera menurunkan suku bunga, usai bank sentral mempertahankan level suku bunga untuk kelima kalinya.

Tak lama setelah itu, Gubernur The Fed Adriana Kugler mengumumkan pengunduran dirinya efektif 8 Agustus, memberi peluang Trump untuk segera mengisi satu kursi kosong dalam dewan gubernur bank sentral.

Pengamat menilai rangkaian langkah ini menunjukkan potensi pelemahan institusi ekonomi independen yang selama ini menjadi penopang stabilitas pasar dan kredibilitas Amerika Serikat. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

OJK Prediksi Pinjol Naik 30 Persen Saat Ramadan–Lebaran 2026, Kebutuhan Konsumsi dan UMKM Jadi Pemicu

DCNews, Jakarta — Penyaluran pinjaman online atau fintech peer-to-peer (P2P)...

Sahabat Sendiri Jadi Pelaku Gegara Pinjol, Polisi Ungkap Pencurian Perhiasan Rp300 Juta di Grogol Petamburan

DCNews, Jakarta — Kasus pencurian yang melibatkan hubungan pertemanan...

Telegram Siaga 1 TNI Beredar, Puan Maharani: DPR Akan Minta Klarifikasi

DCNews, Jakarta — Ketua DPR RI Puan Maharani meminta Tentara...

Market Brief 10 Maret 2026: Emas Terkoreksi, Dolar Menguat, Nasdaq Stabil di Tengah Volatilitas Pasar Global

DCNews, Jakarta — Pasar keuangan global pada Selasa (10/3/2026)...