Pinjol Meledak, Utang Generasi Tua Naik Tiga Kali Lipat dan Galbay Tertinggi, Asep Dahlan: Sinyal Bahaya!

Date:

DCNews, Jakarta — Meningkatnya tekanan ekonomi mendorong lonjakan utang dari kalangan lanjut usia di sektor pinjaman online (pinjol). Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat per Maret 2025, outstanding pinjaman fintech peer-to-peer (P2P) lending dari individu mencapai Rp 75,44 triliun, di mana kelompok usia di atas 54 tahun mencatat pertumbuhan utang paling signifikan: naik hampir tiga kali lipat dibanding tahun sebelumnya.

Dalam laporan Statistik Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi (LPBBTI) edisi Maret 2025, OJK mengungkap bahwa angka ini naik signifikan dari posisi Rp 56,68 triliun pada Maret 2024. Walau terjadi sedikit penurunan dari bulan sebelumnya sebesar Rp 96,5 miliar, tren tahunan menunjukkan peningkatan yang mengkhawatirkan, terutama di segmen warga senior.

Konsultan keuangan Asep Dahlan saat dihubungi, Jumat (2/6/2025) menilai lonjakan utang kelompok usia tua ini sebagai sinyal bahaya bagi sistem keuangan.

Ia menyebut bahwa peningkatan hingga 299% dari Maret 2024 mengindikasikan banyak warga lanjut usia mulai tergantung pada utang digital untuk memenuhi kebutuhan dasar.

“Ini mencerminkan rapuhnya kondisi keuangan rumah tangga lansia. Mereka bisa jadi tidak punya pilihan selain berutang, tapi tidak dibekali pemahaman risiko pinjol yang cukup. Tanpa intervensi edukatif dan regulatif, kita akan melihat lebih banyak gagal bayar dari kelompok ini dalam waktu dekat, ” kata pria yang akrab disapa Kang Dahlan itu.

Milenial dan Gen Z Masih Jadi Penyumbang Terbesar

Peminjam dari kelompok usia produktif 19–34 tahun tetap mendominasi outstanding pinjaman dengan nilai Rp 37,87 triliun, tersebar di lebih dari 14 juta rekening. Disusul usia 35–54 tahun dengan Rp 33,92 triliun (8,6 juta rekening), dan terakhir, kelompok usia di atas 54 tahun dengan Rp 3,43 triliun (805 ribu rekening).

Namun, lonjakan justru paling tajam terjadi di kelompok terakhir itu. Dibandingkan posisi Maret 2024 yang hanya Rp 1,14 triliun, terjadi peningkatan 299,36%—pertumbuhan tertinggi dari seluruh kelompok usia.

Gagal Bayar Meningkat, Lansia Paling Rawan

Tingkat wanprestasi atau kredit macet di atas 90 hari (TWP90) untuk pinjol per Maret 2025 tercatat 2,19%, dengan total tunggakan perseorangan Rp 1,65 triliun. Mayoritas gagal bayar (galbay) berasal dari kalangan muda, yakni usia 19–34 tahun sebesar Rp 794,41 miliar (2,09%).

Paling mencolok adalah kelompok usia 54 tahun ke atas. Meski jumlah pinjamannya lebih kecil, tingkat gagal bayarnya tertinggi: 3,76%, dengan total tunggakan mencapai Rp 129,29 miliar.

Tantangan Baru di Era Digital Finansial

Tren ini menandai pergeseran penting dalam profil risiko pinjaman digital di Indonesia. Jika sebelumnya pinjol identik dengan kaum muda yang konsumtif, kini kelompok usia tua mulai menunjukkan kerentanan tinggi—baik dari sisi jumlah utang maupun kemampuan membayar.

Lebih lajut pendiri Dahlan Consultant itu menambahkan, perlu ada kebijakan verifikasi berbasis risiko sosial ekonomi, bukan semata umur atau penghasilan.

“Platform pinjol tidak bisa hanya berorientasi pada ekspansi kredit. Mereka harus memastikan calon peminjam, terutama yang lanjut usia, memahami kewajiban dan risiko secara utuh,” imbuh Asep Dahlan.

Pemerintah dan regulator kini dihadapkan pada tantangan baru: bagaimana menyeimbangkan inklusi keuangan digital dengan perlindungan terhadap kelompok rentan. Tanpa langkah korektif, gelombang gagal bayar dari generasi tua berpotensi menjadi beban ekonomi baru yang tersembunyi. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Bank NTB Syariah Ajak Warga Dompu Melawan Pinjol Ilegal dan Rentenir

DCNews, Dompu – Bank NTB Syariah mendorong masyarakat Kabupaten...

Harga Emas Antam Stabil di Rp2,54 Juta per Gram pada 26 Oktober 2026, Simak Daftar Lengkapnya

DCNews, Jakarta — Harga emas batangan PT Aneka Tambang...

OJK Riau Ingatkan Bahaya Investasi Ilegal dan Pinjol, Satgas PASTI Hentikan 1.222 Entitas

DCNews, Pekanbaru — Kemudahan transaksi keuangan digital membuka peluang...

LPDB Koperasi Dorong Gen Z dan Milenial Bangun Usaha Bersama, Tak Bergantung pada Pinjol

DCNews, Jakarta — Koperasi didorong menjadi alternatif bagi Generasi...