Gubernur Gorontalo Ingatkan Bahaya Pinjol, Literasi Keuangan Masyarakat Masih Rendah

Date:

DCNews, Gorontalo – Kemudahan memperoleh pinjaman melalui layanan keuangan digital tidak selalu berbanding lurus dengan pemahaman masyarakat terhadap risiko dan kewajibannya. Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail mengingatkan masyarakat agar tidak terburu-buru menggunakan pinjaman online (pinjol) tanpa terlebih dahulu memahami persyaratan, hak, serta konsekuensi finansial yang menyertainya.

Peringatan tersebut disampaikan Gusnar saat menghadiri malam puncak Financial Expo (FINExpo) dalam rangka Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026 di Citimall Gorontalo, Sabtu kemarin (31/10/2026).

Menurut Gusnar, layanan keuangan digital memiliki peran penting dalam mendorong aktivitas ekonomi masyarakat. Terutama bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang membutuhkan akses pembiayaan untuk mengembangkan usahanya.

Namun, tingginya akses masyarakat terhadap layanan keuangan belum sepenuhnya diikuti pemahaman yang memadai. Ia menyebut tingkat inklusi keuangan di Gorontalo telah mencapai 95 persen, sementara literasi keuangan masih relatif rendah.

Kesenjangan tersebut menjadi perhatian karena masyarakat berpotensi mengambil keputusan finansial tanpa memahami risiko yang harus ditanggung. Terlebih, tawaran pinjaman online kerap dikemas dengan proses cepat dan persyaratan yang terkesan mudah.

“Ketika masyarakat ditawari pinjaman online, bisa dengan sesaat mengambil keputusan, apalagi diiming-imingi narasi yang memudahkan,” ujar Gusnar.

Ia mengingatkan, kemudahan pencairan dana tidak boleh membuat masyarakat mengabaikan ketentuan layanan keuangan. Keputusan yang diambil tanpa pertimbangan matang justru berpotensi menimbulkan persoalan finansial di kemudian hari.

Karena itu, Gusnar mengajak masyarakat membiasakan diri membaca, memahami, dan mendiskusikan setiap ketentuan sebelum menggunakan produk atau layanan keuangan. Langkah tersebut penting agar masyarakat mengetahui hak dan kewajibannya sekaligus mampu mengukur kemampuan finansial sebelum mengambil pinjaman.

Petani Perlu Mendapatkan Akses dan Edukasi Keuangan

Selain menyoroti penggunaan pinjaman online, Gusnar juga menaruh perhatian terhadap keterbatasan akses dan pemahaman layanan perbankan di kalangan petani.

Menurut dia, kelompok masyarakat yang bergerak di sektor pertanian masih membutuhkan pendampingan agar dapat memanfaatkan berbagai peluang pembiayaan dan layanan keuangan formal.

“Para petani kita harus kita bantu karena mereka jauh dari pemahaman dan operasi perbankan, sehingga senantiasa tertinggal dari peluang yang disediakan lembaga keuangan,” katanya.

Gusnar juga mengungkapkan adanya perkembangan positif dari Kabupaten Boalemo. Ia menerima informasi mengenai mulai tumbuhnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat, khususnya di sektor pertanian dan peternakan.

Perkembangan tersebut dinilai perlu didukung melalui peningkatan pemahaman masyarakat terhadap fungsi lembaga keuangan resmi. Dengan begitu, akses pembiayaan tidak sekadar menjadi sarana memperoleh modal, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk memperkuat produktivitas dan mengembangkan usaha.

Gusnar berharap kegiatan Bulan Inklusi Keuangan dapat mendorong masyarakat Gorontalo semakin cerdas dalam memilih produk keuangan. Peningkatan inklusi, menurut dia, perlu berjalan beriringan dengan literasi agar kemudahan akses keuangan benar-benar memberikan manfaat dan tidak justru menjadi sumber persoalan baru bagi masyarakat. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Pinjol Harus Ditutup atau Dibenahi? Kang Dahlan: Jangan Korbankan Masyarakat Demi Pertumbuhan Industri

Oleh: Asep Dahlan (Konsultan Keuangan sekaligus Pendiri Dahlan Consultants) Perdebatan...

Terjebak Pinjol: Antara Penikmat dan Korban, Awalnya Solusi Berakhir Menjadi Beban

  Kemudahan mendapatkan pinjaman melalui layanan digital membuat pinjaman online...

Dua Penyebab Orang Terjerat Pinjol: Kebutuhan Hidup dan Gaya Hidup

DCNews, Jakarta – Tekanan ekonomi bukan satu-satunya alasan seseorang...

OJK Serahkan Hasil Penelusuran Aset Dana Syariah Indonesia ke Bareskrim, Sitaan Capai Rp432 Miliar

DCNews, Jakarta – Upaya mengembalikan dana para pemberi pinjaman...