DCNews, Jakarta — Harga sejumlah bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi PT Pertamina Patra Niaga kembali mengalami perubahan mulai Selasa, 1 September 2026. Kenaikan paling mencolok terjadi pada produk diesel dan bensin beroktan tinggi, sementara harga Pertamax dan BBM bersubsidi tidak berubah.
Pertamina menaikkan harga Pertamax Turbo menjadi Rp19.600 per liter, naik Rp1.300 dibandingkan harga Agustus. Kenaikan lebih besar terjadi pada produk Dex Series.
Harga Dexlite kini mencapai Rp23.700 per liter, atau meningkat Rp4.000 dari bulan sebelumnya. Sementara Pertamina Dex dipatok Rp25.200 per liter, naik Rp4.050 dibandingkan harga Agustus.
Di tengah kenaikan tersebut, harga Pertamax RON 92 tetap Rp15.950 per liter untuk wilayah dengan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) sebesar 5 persen, termasuk DKI Jakarta.
Harga Pertamax Green 95 juga tidak berubah dan masih berada di level Rp16.600 per liter.
Harga Pertalite dan Biosolar Tetap
Perubahan harga hanya terjadi pada sejumlah BBM nonsubsidi. Harga BBM bersubsidi tetap dipertahankan.
Pertalite masih dijual dengan harga Rp10.000 per liter, sedangkan Biosolar tetap Rp6.800 per liter.
Harga tersebut merupakan harga yang berlaku untuk wilayah dengan PBBKB 5 persen, seperti DKI Jakarta.
Penyesuaian harga BBM nonsubsidi dilakukan secara berkala setiap tanggal 1. Perubahan tersebut mengacu pada Keputusan Menteri ESDM Nomor 245.K/MG.01/MEM.M/2022 mengenai formula harga dasar dalam perhitungan harga jual eceran BBM umum jenis bensin dan minyak solar yang disalurkan melalui stasiun pengisian bahan bakar umum.
Formula tersebut menjadi salah satu dasar Pertamina Patra Niaga dalam melakukan evaluasi harga BBM nonsubsidi.
Daftar Harga BBM Pertamina 1 September 2026
Berikut daftar harga BBM Pertamina yang berlaku mulai 1 September 2026 berdasarkan wilayah:
| Wilayah | Pertamax | Pertamax Green 95 | Pertamax Turbo | Dexlite | Pertamina Dex |
|---|---|---|---|---|---|
| DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta | Rp15.950 | Rp16.600 | Rp19.600 | Rp23.700 | Rp25.200 |
| Riau, Kepulauan Riau | Rp16.650 | — | Rp20.450 | Rp24.750 | Rp26.300 |
| Bengkulu, NTT | Rp16.300 | — | Rp20.000 | Rp24.200 | Rp25.750 |
| Bali, NTB | Rp15.950 | — | Rp19.600 | Rp23.700 | Rp25.200 |
| Aceh | Rp16.300 | — | Rp20.000 | Rp24.200 | Rp25.750 |
| Sumatra Barat | Rp16.650 | — | Rp20.450 | Rp24.750 | Rp26.300 |
| Sumatra Selatan, Bangka Belitung, Lampung, Sumatra Utara | Rp16.300 | — | Rp20.000 | Rp24.200 | Rp25.750 |
| Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan | Rp16.300 | — | Rp20.000 | Rp24.200 | Rp25.750 |
| Kalimantan Utara | Rp16.650 | — | Rp20.450 | Rp24.750 | Rp26.300 |
| Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat | Rp16.300 | — | Rp20.000 | Rp24.200 | Rp25.750 |
| Maluku, Maluku Utara | Rp16.300 | — | — | Rp24.200 | — |
| Papua, Papua Pegunungan, Papua Tengah, Papua Barat Daya, Papua Selatan | Rp16.300 | — | Rp20.000 | Rp24.200 | — |
| Papua Barat, Papua Barat Daya | Rp16.300 | — | — | Rp24.200 | Rp25.750 |
| FTZ Batam | Rp15.150 | — | Rp18.550 | Rp22.500 | Rp23.950 |
| FTZ Sabang | Rp14.950 | — | — | Rp22.150 | — |
Harga Berbeda Menurut Wilayah
Perbedaan harga BBM nonsubsidi antarwilayah terutama berkaitan dengan faktor pajak daerah dan ketentuan harga yang berlaku di masing-masing wilayah.
Untuk wilayah seperti Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta, Bali, dan Nusa Tenggara Barat, harga Pertamax tercatat Rp15.950 per liter.
Harga lebih tinggi berlaku di sejumlah wilayah Sumatra dan kawasan lainnya. Pertamax mencapai Rp16.650 per liter di Riau, Kepulauan Riau, dan Sumatra Barat.
Sementara itu, konsumen di sejumlah wilayah seperti Bengkulu, Nusa Tenggara Timur, Aceh, Sumatra Selatan, Bangka Belitung, Lampung, Sumatra Utara, serta beberapa provinsi di Kalimantan dan Sulawesi membayar Pertamax sebesar Rp16.300 per liter.
Khusus kawasan Free Trade Zone (FTZ), harga tercatat lebih rendah. Di Batam, Pertamax dibanderol Rp15.150 per liter, sedangkan di Sabang Rp14.950 per liter.
Dengan perubahan tersebut, konsumen perlu memperhatikan jenis BBM dan wilayah pembelian sebelum mengisi bahan bakar, terutama pengguna kendaraan yang memakai produk nonsubsidi dengan konsumsi tinggi.
Kenaikan terbesar pada September terjadi pada Dex Series, sehingga pengguna kendaraan diesel nonsubsidi menghadapi tambahan biaya pengisian yang lebih besar dibandingkan bulan sebelumnya. Sementara pengguna Pertamax dan BBM bersubsidi belum mengalami perubahan harga pada awal September. ***

