DCNews, Jakarta – Tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menurun pada Agustus 2026. Di tengah pelemahan tersebut, Poltracking Indonesia menilai soliditas dan harmonisasi hubungan Prabowo-Gibran menjadi faktor penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yuda mengatakan kepercayaan publik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran masih berada di level 63,2 persen. Angka tersebut, menurut dia, merupakan modal sosial yang penting bagi pemerintah untuk membalikkan tren penurunan kepuasan publik.
“Tingkat kepercayaan publik terhadap Pemerintahan Prabowo-Gibran masih pada angka 63,2%, ini menjadi modal sosial yang sangat berharga di tengah penurunan kepuasan publik,” ujar Hanta dalam rilis survei nasional Poltracking Indonesia, Selasa (1/9/2026).
Survei Poltracking dilakukan pada 14-20 Agustus 2026 dengan melibatkan 1.220 responden. Hasil survei menunjukkan tingkat kepuasan masyarakat terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran berada di angka 55,1 persen.
Hanta menyebut angka tersebut menunjukkan kecenderungan penurunan dibandingkan hasil survei pada Juli 2026.
Sinyal Disharmoni Prabowo-Gibran
Penurunan kepuasan publik tersebut berlangsung ketika muncul persepsi mengenai adanya disharmoni antara Prabowo dan Gibran di ruang publik.
Hanta menilai gestur yang dinilai canggung serta sinyal ketidakselarasan komunikasi antara presiden dan wakil presiden berpotensi membentuk persepsi negatif masyarakat terhadap pemerintahan.
Menurut dia, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan citra politik. Ketidakjelasan komunikasi di tingkat elite pemerintahan juga dapat memengaruhi persepsi publik mengenai pembagian kerja, kewenangan, dan stabilitas pemerintahan.
“Berbagai kemungkinan tentang persepsi publik masih berpotensi terjadi, bergantung pada isu dan agenda perbaikan yang akan diambil oleh pemerintah dalam upaya meningkatkan kembali kepuasan publik,” kata Hanta.
Karena itu, Poltracking menilai Prabowo dan Gibran perlu menunjukkan soliditas secara konsisten dalam berbagai agenda pemerintahan dan kegiatan publik.
Harmonisasi tersebut dinilai penting bukan hanya untuk menjaga citra kepemimpinan, tetapi juga untuk memperjelas porsi kewenangan serta pembagian tugas antara presiden dan wakil presiden.
Hubungan yang sinergis, menurut Hanta, dapat memperkuat stabilitas politik sekaligus meningkatkan keyakinan masyarakat bahwa pemerintahan berjalan dalam satu arah.
Persepsi Stabilitas Politik Hanya 51,9 Persen
Persoalan harmoni kepemimpinan juga berkaitan dengan persepsi masyarakat terhadap stabilitas politik pemerintahan.
Dalam survei tersebut, persepsi terhadap stabilitas politik pemerintahan berada di angka 51,9 persen. Hanta menilai angka itu perlu menjadi perhatian karena stabilitas politik merupakan salah satu fondasi bagi pemerintah dalam menjalankan agenda kebijakan.
Persepsi mengenai hubungan politik antara Prabowo dan Presiden ke-7 Joko Widodo juga disebut menjadi bagian dari dinamika yang perlu diperhatikan.
Menurut Hanta, Jokowi masih memiliki pengaruh politik. Karena itu, persepsi mengenai semakin lebarnya jarak politik antara Prabowo dan Jokowi dapat ikut memengaruhi cara masyarakat membaca soliditas pemerintahan saat ini.
Ketidakselarasan yang dipersepsikan publik di antara sejumlah figur politik tersebut, kata Hanta, berpotensi memengaruhi penilaian masyarakat terhadap stabilitas politik pemerintahan.
Kepercayaan Publik Masih Menjadi Modal
Meski tingkat kepuasan terhadap kinerja pemerintah turun, Poltracking melihat pemerintah masih memiliki ruang untuk melakukan koreksi.
Tingkat kepercayaan publik sebesar 63,2 persen dinilai menjadi modal sosial yang dapat digunakan pemerintah untuk memperbaiki kinerja sekaligus merespons berbagai persoalan yang memengaruhi kepuasan masyarakat.
Hanta menilai perbaikan tidak cukup dilakukan melalui komunikasi politik. Pemerintah juga perlu memastikan agenda perbaikan kinerja berjalan secara konkret dan dapat dirasakan masyarakat.
Harmonisasi Prabowo-Gibran menjadi salah satu aspek yang dinilai perlu diperkuat bersamaan dengan agenda tersebut.
“Tren penurunan approval rating atau kepuasan terhadap kinerja Pemerintahan Prabowo-Gibran yang terjadi saat ini, merupakan bagian dari dinamika politik pemerintahan yang perlu secara serius ditindaklanjuti dengan agenda perbaikan kinerja pemerintah,” ujar Hanta.
Dengan tingkat kepercayaan yang masih lebih tinggi daripada tingkat kepuasan, pemerintah memiliki ruang untuk memulihkan persepsi publik. Namun, ruang tersebut akan sangat bergantung pada kemampuan Prabowo-Gibran memperlihatkan kepemimpinan yang solid sekaligus menghadirkan perbaikan kinerja yang konkret. ***

