DCNews, Jakarta – Polemik mengenai kondisi finansial pasca-perceraian Ruben Onsu dan Sarwendah kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, isu yang menyebut rumah Sarwendah didatangi hingga 15 orang debt collector serta terancam dilelang memicu beragam spekulasi di media sosial. Namun, kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, menegaskan informasi tersebut tidak sesuai dengan fakta yang diperoleh dari pihak bank.
Minola mengatakan pihaknya telah melakukan klarifikasi langsung kepada bank yang disebut terkait dengan kredit rumah tersebut. Berdasarkan komunikasi yang diterimanya, bank memastikan tidak pernah mengirimkan petugas penagihan atau debt collector ke kediaman Sarwendah sebagaimana ramai diberitakan.
“Kami langsung bertanya kepada pihak bank. Bahkan ada percakapan yang bisa kami tunjukkan. Dari pihak BCA disampaikan bahwa sejauh ini tidak ada tim yang dikirim sebagai debt collector. Jadi informasi yang beredar itu tidak benar,” kata Minola Sebayang di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (24/7/2026).
Selain membantah kabar mengenai debt collector, Minola juga meluruskan isu yang menyebut rumah di kawasan Cilandak akan segera dilelang. Menurutnya, meski kredit rumah tersebut tengah berada dalam proses penyelesaian, statusnya belum memasuki tahapan lelang.
Ia menjelaskan, berdasarkan informasi dari bagian penagihan bank, proses yang berlangsung saat ini masih membuka ruang negosiasi, termasuk kemungkinan restrukturisasi kewajiban pembayaran.
“Statusnya masih proses penyelesaian. Artinya, peluang restrukturisasi masih terbuka dan aset tersebut belum masuk dalam daftar lelang,” ujarnya.
Minola juga menanggapi polemik perpindahan tempat tinggal Sarwendah yang disebut dilakukan tanpa sepengetahuan Ruben Onsu. Ia menilai komunikasi mengenai kepindahan tersebut tidak pernah benar-benar diterima oleh kliennya karena pesan dikirim ke nomor telepon yang sudah tidak lagi digunakan.
Menurut dia, Ruben telah memiliki nomor baru yang diketahui oleh keluarga, termasuk anak-anak. Karena itu, ia mempertanyakan alasan informasi hanya dikirim ke nomor lama.
“Kalau memang ingin menyampaikan informasi dengan baik, seharusnya dikirim ke seluruh nomor yang diketahui, bukan hanya ke nomor yang sudah tidak aktif,” kata Minola.
Lebih lanjut, Minola menilai proses perpindahan rumah bukanlah aktivitas yang berlangsung dalam waktu singkat sehingga seharusnya masih ada kesempatan untuk melakukan komunikasi secara langsung.
Ia mengaku pihak Ruben baru mengetahui kepindahan tersebut setelah informasi tersebut lebih dulu menjadi konsumsi publik.
Di sisi lain, Minola turut menyoroti pentingnya menjaga kondisi psikologis anak-anak di tengah konflik yang masih berlangsung. Ia berharap anak-anak tidak dilibatkan dalam polemik orang tua maupun menerima informasi yang hanya berasal dari satu sudut pandang.
Menurutnya, kepentingan terbaik bagi anak harus tetap menjadi prioritas meskipun perselisihan antara kedua belah pihak masih berlanjut.
Menutup keterangannya, Minola menegaskan Ruben Onsu tidak memiliki niat untuk menyerang ataupun menjatuhkan mantan istrinya. Namun, ia berharap setiap persoalan dapat dibahas berdasarkan fakta dan data, bukan melalui narasi yang berpotensi menyesatkan opini publik.
“Ruben tidak ingin menjatuhkan siapa pun. Tetapi jika ada tuduhan yang tidak sesuai fakta, tentu kami merasa perlu memberikan klarifikasi agar masyarakat memperoleh informasi yang utuh,” ujar Minola. ***

