DCNews, Jakarta — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 TNI menjadi momentum untuk memperkuat perlindungan masyarakat di Papua di tengah masih terjadinya kontak tembak antara aparat keamanan dan kelompok bersenjata. Anggota Komisi I DPR RI Nurul Arifin menilai pendekatan keamanan harus berjalan beriringan dengan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan warga.
Nurul mengatakan kekuatan TNI tidak semata-mata diukur dari kemampuan menghadapi ancaman keamanan, tetapi juga dari kapasitasnya menciptakan rasa aman bagi masyarakat.
“Di Papua, keamanan dan pembangunan harus berjalan beriringan agar masyarakat dapat hidup dengan tenang dan pembangunan terus berlangsung,” kata Nurul dalam keterangannya di Jakarta, Senin (5/10/2026).
Menurut dia, dinamika keamanan di Papua membutuhkan penanganan yang profesional dan terukur dengan tetap menempatkan keselamatan masyarakat sipil sebagai perhatian utama. Penegakan hukum terhadap kelompok bersenjata, kata dia, harus dilakukan dengan tetap berpegang pada prinsip kemanusiaan.
Nurul juga menilai stabilitas keamanan tidak akan cukup jika tidak diikuti dengan pembangunan, pelayanan publik, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Yang kita harapkan adalah terciptanya Papua yang aman sehingga masyarakat bisa menjalankan aktivitas, anak-anak bisa bersekolah dan pembangunan bisa berjalan. Karena itu, pendekatan keamanan harus berjalan bersama pendekatan pembangunan dan kesejahteraan,” ujarnya.
Ia meminta TNI terus menjaga kepercayaan masyarakat melalui kehadiran yang profesional dan mampu memberikan perlindungan di tengah warga.
Nurul menekankan bahwa peningkatan kemampuan pertahanan dan keamanan pada akhirnya harus bermuara pada kepentingan masyarakat.
“Yang paling penting, kekuatan itu pada akhirnya harus bermuara pada terciptanya rasa aman dan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah terjadi kontak tembak antara prajurit TNI dan kelompok bersenjata di Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, pada Sabtu (3/10).
Panglima Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III Letnan Jenderal TNI Lucky Avianto sebelumnya mengatakan dua pimpinan kelompok yang disebut sebagai Organisasi Papua Merdeka (OPM) tewas dalam kontak senjata tersebut.
Keduanya adalah Komandan Komando Wilayah Pertahanan II TPNPB-OPM Kodap IV Sorong Raya Arso Aisnak dan Komandan Batalyon TPNPB-OPM Karef Hamt Kodap IV Sorong Raya Yohanes KY. ***

