BNNK Jakarta Selatan Ungkap Rantai Narkoba, Pinjol, dan Judol di Kalangan Remaja

Date:

DCNews, Jakarta — Kecanduan narkoba di kalangan remaja tidak hanya mengancam kesehatan dan masa depan, tetapi juga dapat menyeret mereka ke dalam lingkaran masalah keuangan. Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Jakarta Selatan mengungkap pola yang menghubungkan penyalahgunaan narkoba dengan pinjaman online (pinjol) hingga judi online (judol).

Ketika uang dari orang tua tidak lagi mencukupi untuk memenuhi kebutuhan membeli narkoba, sebagian remaja mulai mencari sumber dana lain. Pinjol menjadi salah satu jalan pintas, bahkan dengan memanfaatkan data pribadi anggota keluarga tanpa sepengetahuan mereka.

Ketua Tim Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNK Jakarta Selatan, Sukamto Widodo, mengatakan, praktik tersebut ditemukan pada remaja yang membutuhkan uang untuk mempertahankan kebiasaan menggunakan narkoba.

“Pinjol kalau misalkan enggak dikasih uang sama misalnya bulanan sama orang tuanya atau harian sama orang tuanya beda habis, dia pakai akun pinjol. Pinjolnya pakai akun orang tuanya bisa, nomor orang tuanya bisa. KTP-nya diambil, difotoin,” kata Sukamto, Minggu (4/10/2026).

Menurut Sukamto, persoalan tidak berhenti pada penggunaan pinjaman online. Ketika kebutuhan uang terus meningkat, sebagian pengguna narkoba juga terjerumus ke dalam perjudian daring, yang berpotensi memperburuk kondisi keuangan mereka.

“Dari sini kelihatan biasanya pengguna narkoba, kalau sudah beli mulai dari lewat ini HP, itu ada pinjol, terus lanjut ke judol,” ujar Sukamto.

Fenomena tersebut memperlihatkan bagaimana ketergantungan narkoba dapat berkembang menjadi persoalan yang lebih luas. Penggunaan pinjol untuk memperoleh uang secara cepat membuka risiko penyalahgunaan identitas, sementara keterlibatan dalam judi online menambah potensi kerugian finansial bagi pengguna maupun keluarganya.

Di sisi lain, BNNK Jakarta Selatan juga menyoroti peredaran narkotika dalam bentuk cairan rokok elektrik atau liquid vape yang menyasar kalangan muda. Ancaman ini dinilai semakin sulit dikenali karena produk yang mengandung narkotika memiliki tampilan serupa dengan cairan vape biasa.

“Tampilan, bentuk sama, gitu loh. Liquid-nya sama bentuknya, gambarnya sama, misalnya gambar pisang ya sama bentuknya. Rasa buah segala macam. Tapi yang jadi kendala, kita enggak tahu secara fisik vape mengandung narkoba sama yang enggak itu sama, sama semuanya,” terang Sukamto.

Menurut dia, peredaran liquid vape yang mengandung narkotika umumnya memanfaatkan komunitas di media sosial. Kemasan dan varian rasa yang menyerupai produk biasa membuat kandungan berbahaya di dalamnya tidak mudah diketahui hanya melalui pengamatan fisik.

Kondisi ini menjadi tantangan bagi orang tua dalam mengawasi aktivitas dan pergaulan anak, terutama ketika interaksi sosial mereka semakin banyak berlangsung melalui perangkat digital.

Sukamto mengimbau orang tua agar membangun komunikasi terbuka dengan anak sekaligus meningkatkan pengawasan terhadap penggunaan telepon seluler, aktivitas di media sosial, dan lingkungan pergaulan mereka.

Ia juga mengingatkan orang tua agar tidak langsung percaya ketika anak menyatakan bahwa vape yang digunakan merupakan produk biasa. Menelusuri asal pembelian dan mengenali aktivitas digital anak dinilai penting untuk mendeteksi potensi penyalahgunaan narkoba sejak dini.

“Orang tua hendaknya jangan percaya misalnya kalau dibilang anak, ‘Vape yang ini vape biasa’. Cek dulu, yang pertama, vape-nya beli di mana, tanyain. HP juga anak sekarang suka di-password, orang tua harus selalu cek. Selalu ajak ngobrol dengan anak,” kata Sukamto.

Di tengah ancaman narkoba, pinjol, dan judi online yang saling berkaitan, pengawasan keluarga dan komunikasi dengan remaja menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah persoalan berkembang menjadi ketergantungan, penyalahgunaan identitas, hingga masalah keuangan yang lebih serius. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Aset Kripto Makin Ramai, Transaksi Spot Agustus 2026 Capai Rp23,16 Triliun

DCNews, Jakarta — Aktivitas perdagangan aset kripto di Indonesia...

10.121 Personel Dikerahkan Amankan Final Indonesia vs Thailand di SUGBK

DCNews, Jakarta — Final FIFA ASEAN Cup 2026 antara...

HUT ke-81 TNI, Nurul Arifin Dorong Penguatan Keamanan dan Perlindungan Warga di Papua

DCNews, Jakarta — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81...

Kebocoran Data Pribadi Jangan Dianggap Sepele, Kang Dahlan: Konsumen Harus Dilindungi dari Intimidasi

DCNews, Jakarta — Kebocoran dan penyalahgunaan data pribadi konsumen...