Rudy Nugraha, Yannahead, dan Strip-457 Angkat Bahaya Pinjol dan Jujol Ilegal Lewat OST Film “Menang untuk Kalah”

Date:

DCNews, Jakarta – Bahaya judi online (judol) dan pinjaman online (pinjol) ilegal tidak hanya hadir dalam pemberitaan dan kampanye edukasi. Persoalan tersebut kini diangkat ke dalam musik melalui tiga lagu yang menjadi original soundtrack (OST) film “Menang untuk Kalah”.

Tiga musisi, Rudy Nugraha, Yannahead, dan band Strip-457, menggunakan musik sebagai medium untuk menggambarkan konsekuensi dari keputusan finansial yang keliru. Lagu-lagu tersebut tidak sekadar menjadi pelengkap cerita film, tetapi membawa pesan sosial tentang dampak judol dan pinjol ilegal terhadap kehidupan seseorang.

Pesan itu tercermin melalui lirik yang menggambarkan bagaimana keputusan yang semula dianggap sebagai jalan keluar justru dapat berkembang menjadi persoalan yang lebih besar. Masalah keuangan, tekanan mental hingga keretakan hubungan keluarga menjadi bagian dari konsekuensi yang diangkat dalam karya tersebut.

Rudy Nugraha hadir melalui single berjudul Belahan Jiwa. Lagu yang ditulis Yannahead itu mengambil sudut pandang seorang orang tua yang ingin memberikan kebahagiaan kepada anaknya, tetapi memilih jalan yang keliru untuk mewujudkan keinginan tersebut.

Dalam cerita lagu itu, judol dan pinjol ilegal menjadi pilihan yang akhirnya membawa persoalan baru. Keinginan untuk memperbaiki kehidupan keluarga justru berubah menjadi petaka.

Penyesalan kemudian menjadi bagian penting dari cerita ketika keputusan orang tua tersebut tidak hanya berdampak pada dirinya sendiri, tetapi juga menyeret anak sebagai korban.

Secara musikal, Belahan Jiwa dikemas dalam genre pop. Rudy Nugraha dan Cikal R. Ramdhan bertindak sebagai produser, sedangkan BCR Music dan Salman Al Faris dipercaya sebagai executive producer.

Proses penggarapan lagu tersebut juga melibatkan Yon Chasman, keyboardist band Dygta.

Bagi Rudy Nugraha, perilisan Belahan Jiwa menjadi bagian penting dalam perjalanan kariernya sebagai penyanyi solo. Di saat yang sama, lagu tersebut membawa tema yang dekat dengan persoalan sosial yang masih menjadi perhatian, yakni bagaimana pilihan finansial yang salah dapat berdampak jauh melampaui persoalan ekonomi.

Melalui musik dan film, pesan mengenai risiko judol dan pinjol ilegal disampaikan dalam bentuk cerita yang lebih personal: tentang orang tua, anak, harapan, keputusan yang keliru, dan penyesalan yang datang setelah semuanya terlambat. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Obligasi Daerah DKI Rp3,5 Triliun Disorot, Legislator PDIP Minta Pusat dan Pemprov Buka Data Fiskal

DCNews, Jakarta — Rencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menerbitkan...

Buyback US$6 Miliar Gagal Redam Imbal Hasil Treasury AS, Bessent Hadapi Tekanan Pasar

DCNews, Washington DC — Upaya Menteri Keuangan Amerika Serikat...

OJK Izinkan Gadai Elektronik Jakarta Beroperasi Nasional, Perluas Akses Pembiayaan Masyarakat

DCNews, Jakarta — Industri pergadaian swasta di Indonesia memasuki...

Harga Emas Pegadaian Hari Ini 10 September 2026 Stabil, Antam Rp2,65 Juta per Gram

DCNews, Jakarta — Harga emas yang diperdagangkan melalui Pegadaian...