DCNews, Probolinggo — Aksi teror menggunakan bom ikan atau bondet kembali terjadi di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Kali ini, sebuah rumah milik warga berinisial MM di Desa Alassumur Kulon, Kecamatan Kraksaan, menjadi sasaran pelemparan bahan peledak rakitan pada Senin (11/5/2026) dini hari sekitar pukul 02.25 WIB. Ledakan keras yang terjadi saat seluruh penghuni rumah tertidur itu memicu kepanikan warga sekitar.
Peristiwa tersebut diduga dilakukan oleh dua orang pelaku yang datang menggunakan sepeda motor. Berdasarkan keterangan saksi mata, salah satu pelaku melempar bondet ke arah rumah korban sebelum melarikan diri dari lokasi kejadian.
“Pelaku ada dua orang. Mereka memakai jaket gelap dan datang naik motor. Salah satu langsung melempar bondet ke rumah korban lalu kabur,” kata SN, tetangga korban, Senin pagi.
Ledakan bondet mengakibatkan kerusakan cukup parah di bagian depan rumah MM. Kaca jendela pecah berserakan, sementara teras rumah mengalami kerusakan akibat daya ledak. Tidak hanya itu, sebuah mobil Honda Brio berwarna kuning yang terparkir di halaman rumah juga mengalami kerusakan di bagian depan.
“Mobil korban yang warna kuning juga rusak, termasuk bagian teras rumah,” ujar SN.
Korban diketahui bekerja sebagai penagih utang atau debt collector. Polisi kini mendalami kemungkinan motif aksi teror tersebut, termasuk dugaan adanya dendam pribadi maupun kaitannya dengan aktivitas pekerjaan korban.
Kanit Reskrim Polsek Kraksaan, Iptu Djuwantoro Setyowadi, mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan dan mengumpulkan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian.
“Kami masih mengumpulkan barang bukti di lokasi dan meminta keterangan dari sejumlah saksi,” kata Djuwantoro.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Probolinggo, AKP I Made Kembar Mertadana, memastikan proses penyidikan terus berjalan. Polisi juga tengah menelusuri rekaman kamera pengawas atau CCTV di sekitar lokasi guna mengidentifikasi pelaku.
“Proses penyidikan sedang berlangsung. Kami juga mencari rekaman CCTV yang diduga dapat membantu mengidentifikasi pelaku,” ujarnya.
Kasus teror bondet di wilayah Probolinggo sendiri bukan kali pertama terjadi. Aparat kepolisian kini meningkatkan penyelidikan guna memastikan pelaku segera tertangkap sekaligus mengantisipasi aksi serupa yang meresahkan masyarakat. ***

