DCNews, Jakarta — Harga emas batangan di Indonesia kembali mengalami penurunan pada Rabu pagi (6/5/2026), berdasarkan data terbaru dari laman Sahabat Pegadaian. Tiga produk utama—Antam, UBS, dan Galeri24—tercatat kompak melemah dibandingkan perdagangan hari sebelumnya, mencerminkan tekanan harga yang masih berlanjut di pasar logam mulia domestik.
Per pukul 05.17 WIB, harga emas Antam berada di level Rp2.871.000 per gram, turun dari Rp2.907.000 pada Selasa (5/5/2026). Sementara itu, emas UBS turun menjadi Rp2.783.000 dari sebelumnya Rp2.796.000 per gram. Penurunan juga terjadi pada Galeri24 yang kini berada di Rp2.764.000 per gram, dari Rp2.782.000.
Penurunan harga ini terjadi secara serentak di seluruh jenama yang dipasarkan melalui Pegadaian, mengindikasikan adanya tekanan yang cukup merata, baik dari faktor global maupun domestik.
Dari sisi variasi produk, emas Galeri24 tersedia dalam ukuran yang paling luas, mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram (1 kilogram). UBS dijual dalam rentang 0,5 gram hingga 500 gram, sementara Antam di Pegadaian tersedia dari 0,5 gram hingga 100 gram. Adapun harga emas Antam di laman resmi Logam Mulia biasanya diperbarui setelah pukul 08.30 WIB.
Berikut rincian harga emas terbaru:
Galeri24
- 0,5 gram: Rp1.450.000
- 1 gram: Rp2.764.000
- 2 gram: Rp5.462.000
- 5 gram: Rp13.554.000
- 10 gram: Rp27.036.000
- 25 gram: Rp67.226.000
- 50 gram: Rp134.345.000
- 100 gram: Rp268.558.000
- 250 gram: Rp669.744.000
- 500 gram: Rp1.339.486.000
- 1.000 gram: Rp2.678.971.000
Antam
- 0,5 gram: Rp1.488.000
- 1 gram: Rp2.871.000
- 2 gram: Rp5.679.000
- 3 gram: Rp8.492.000
- 5 gram: Rp14.118.000
- 10 gram: Rp28.179.000
- 25 gram: Rp70.317.000
- 50 gram: Rp140.551.000
- 100 gram: Rp281.021.000
UBS
- 0,5 gram: Rp1.504.000
- 1 gram: Rp2.783.000
- 2 gram: Rp5.523.000
- 5 gram: Rp13.647.000
- 10 gram: Rp27.151.000
- 25 gram: Rp67.742.000
- 50 gram: Rp135.205.000
- 100 gram: Rp270.304.000
- 250 gram: Rp675.561.000
- 500 gram: Rp1.349.536.000
Analisis Dahlan Consultant: Investor tak Perlu Panik
Di tengah tren penurunan ini, konsultan keuangan sekaligus pendiri Dahlan Consultant, Asep Dahlan, yang akrab disapa Kang Dahlan, menilai koreksi harga emas merupakan bagian dari dinamika pasar yang wajar. Ia menegaskan bahwa investor tidak perlu panik, justru dapat memanfaatkan momentum penurunan sebagai peluang akumulasi jangka panjang.
“Emas tetap menjadi instrumen lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian global. Ketika harga terkoreksi, itu adalah diskon bagi investor yang berpikir jangka panjang,” ujarnya. ***

