Indonesia Tunda Pengiriman 8.000 Pasukan ke Gaza, DPR Nilai Langkah Pemerintah Lebih Terukur

Date:

DCNews, Jakarta — Di tengah dinamika konflik yang terus memanas di Timur Tengah, Pemerintah Indonesia memutuskan menunda pengiriman 8.000 pasukan perdamaian ke Gaza, Palestina. Keputusan ini dinilai sebagai langkah strategis yang mempertimbangkan aspek keamanan, diplomasi, serta legitimasi internasional.

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, menyatakan dukungannya terhadap kebijakan tersebut. Ia menilai mekanisme melalui Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) merupakan jalur yang lebih tepat karena memiliki legitimasi global dan pendekatan yang terukur.

Menurut Dave, penundaan pengiriman pasukan untuk misi perdamaian bersama International Stabilization Force (ISF) di Gaza perlu dilakukan secara hati-hati. Langkah ini, kata dia, merupakan bagian dari strategi agar kontribusi Indonesia benar-benar efektif dan tidak menimbulkan risiko tambahan, baik bagi personel maupun stabilitas kawasan.

“Keputusan ini harus dipahami sebagai langkah diplomatis yang realistis, bukan pengurangan komitmen,” ujar Dave dalam keterangannya, Rabu (25/3/2026).

Politikus dari Partai Golkar ini menegaskan, keputusan tersebut perlu dilihat dalam konteks yang lebih luas, termasuk mempertimbangkan kondisi geopolitik terkini, situasi keamanan di lapangan, kesiapan logistik, serta proses diplomasi yang sedang berlangsung.

Meski demikian, Dave memastikan bahwa Indonesia tetap berpegang pada amanat konstitusi dalam mendukung perjuangan kemanusiaan bagi rakyat Palestina. Ia berharap, ketika kondisi memungkinkan, kehadiran pasukan perdamaian Indonesia dapat memberikan dampak nyata bagi keamanan dan stabilitas di Gaza.

Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, menyatakan bahwa pemerintah untuk sementara menahan rencana pengiriman pasukan tersebut.

“Semua di-hold,” kata Prasetyo usai rapat koordinasi di Kantor Kementerian Pertahanan (Kemhan), pada Selasa (18/3/2026) lalu.

Penundaan ini, menurut pemerintah, dipicu oleh meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah yang dinilai belum kondusif bagi pelaksanaan misi perdamaian. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Piala Dunia 2026 Resmi Bergulir, Meksiko Hadapi Afrika Selatan pada Laga Pembuka

DCNews, Jakarta — Piala Dunia 2026 resmi dimulai dengan...

Abdullah Minta OJK Bangun Basis Database Nasional Terbuka, untuk Awasi Debt Collector Serta Leasing

DCNews, Jakarta — Anggota Komisi III DPR RI Abdullah...

Cegah Pinjol Ilegal dan Judi Online di Bandung, Hanwha Life Gandeng Save the Children Edukasi 600 Siswa SMK

DCNews, Bandung — Di tengah meningkatnya ancaman judi online dan...

Kasus PT Dana Syariah Indonesia: Mantan Petinggi OJK FH Resmi Jadi Tersangka

DCNews, Jakarta - Penyidikan kasus dugaan penipuan investasi dan...