DCNews, Maumere — Direktur RSUD dr. TC Hillers Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Clara Francis, mengingatkan seluruh jajarannya untuk lebih bijak dalam mengelola keuangan pribadi, terutama dalam penggunaan layanan pinjaman online (pinjol).
“Kuncinya ada pada bagaimana kita mengelola keuangan pribadi masing-masing,” ujar Clara di Maumere, Rabu (5/11/2025) menyusul maraknya keluhan terkait staf rumah sakit yang terlilit utang dan sering mendapat panggilan dari penagih.
Menurutnya, beberapa staf RSUD TC Hillers menjadi sasaran penagih utang yang bahkan menghubungi nomor kontak darurat dan call center rumah sakit. Situasi ini dinilai mengganggu pelayanan publik, terutama dalam penanganan telepon masuk untuk kebutuhan medis.
“Ini bukan sekali dua kali. Dalam sehari bisa 20 hingga 30 kali telepon masuk dari penagih utang. Sangat mengganggu operasional,” ungkapnya lagi.
Clara menjelaskan, pihak manajemen sudah memberikan peringatan keras dan bimbingan kepada para staf agar menghindari pola konsumtif. Ia menegaskan pentingnya membedakan antara kebutuhan dan keinginan, serta memastikan pinjaman tidak melebihi kemampuan finansial.
“Jangan sampai yang kita pinjam lebih besar dari pendapatan kita,” tegasnya seraya juga menambahkan bahwa utang yang berlebihan dapat berdampak langsung pada kinerja pegawai dan pelayanan rumah sakit.
Karena itu, setiap kali ada staf yang berencana mengajukan pinjaman, dirinya selalu meminta penjelasan mengenai tujuan peminjaman dan memberikan arahan agar dana digunakan secara bijak.
“(Peringgan) ini menjadi refleksi bagi seluruh tenaga kesehatan di RSUD dr. TC Hillers agar masalah keuangan pribadi tidak mengganggu tanggung jawab profesional mereka dalam melayani masyarakat,” demikian harapan Clara. ***

