Harga Emas dan Minyak Dunia Anjlok, Pasar Tunggu Keputusan Suku Bunga The Fed

Date:

DCNews, Jakarta — Harga emas dunia sempat anjlok ke level terendah dalam tiga pekan terakhir, di tengah volatilitas pasar menjelang keputusan kebijakan moneter terbaru dari bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve (The Fed). Di sisi lain, harga minyak juga melemah tajam setelah beredar kabar bahwa OPEC+ sedang mempertimbangkan untuk meningkatkan produksi pada Desember mendatang.

Pada perdagangan Selasa (28/10/2025) waktu New York, harga emas turun ke posisi US$3.886 per troy ons, sebelum rebound mendekati kembali level US$4.000 per troy ons pada Rabu pagi (29/10/2025). Investor kini menanti langkah The Fed yang diperkirakan akan menurunkan suku bunga acuan, kebijakan yang bisa menjadi katalis utama pergerakan aset berisiko maupun lindung nilai seperti emas.

Sementara itu, harga minyak dunia merosot setelah laporan Bloomberg menyebutkan bahwa OPEC+ tengah menggodok rencana peningkatan produksi pada bulan Desember. Langkah ini dinilai berpotensi menekan harga minyak global dalam jangka pendek, terutama jika permintaan tidak tumbuh sejalan dengan penambahan pasokan.

Dari pasar valuta asing, euro menguat terhadap dolar AS untuk lima hari berturut-turut, meski penguatannya masih terbatas. Pergerakan tipis ini menandakan melemahnya dolar AS jelang keputusan suku bunga The Fed.

Sebaliknya, poundsterling (GBP/USD) justru melemah tajam hingga menyentuh level terendah sejak awal Agustus, setelah inflasi Inggris melambat dan lembaga Office for Budget Responsibility (OBR) berencana menurunkan proyeksi pertumbuhan produktivitas nasional sebesar 0,3%. Kondisi ini memicu spekulasi bahwa Bank of England (BoE) akan segera memangkas suku bunga dalam waktu dekat.

Di Asia, yen Jepang menguat signifikan terhadap dolar AS setelah kabar bahwa Perdana Menteri Sanae Takaichi akan bertemu dengan Presiden Donald Trump untuk memperkuat kerja sama ekonomi di sejumlah sektor strategis. Kurs USD/JPY pun turun, mengindikasikan penguatan yen di tengah pelemahan dolar global.

Sementara dari bursa saham, indeks Nasdaq kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di level 26.171, didorong optimisme pasar terhadap kemungkinan tercapainya kesepakatan dagang baru antara AS dan China serta ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh The Fed.

Keputusan The Fed yang akan diumumkan malam nanti waktu Washington menjadi momen kunci bagi pasar global. Jika benar terjadi pemangkasan suku bunga, langkah tersebut dapat memperkuat sentimen positif di pasar saham namun sekaligus menekan dolar AS lebih dalam, membuka ruang bagi reli baru pada emas dan aset mata uang utama dunia. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Modus Baru Debt Collector: Pesan Ambulans Fiktif untuk Tagih Utang, Sopir di Jakarta Jadi Korban

DCNews, Jakarta — Panggilan darurat yang seharusnya menyelamatkan nyawa justru...

Kasus Kekerasan Seksual Mahasiswa FH UI, Habiburokhman: Jangan Berhenti di Forum Kampus

DCNews, Jakarta — Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman...

Kenaikan Tiket Pesawat Diusulkan 9–13 Persen, DPR Minta Pemerintah Lindungi Masyarakat Kepulauan

DCNews, Jakarta — Rencana kenaikan tarif tiket pesawat domestik...

Bahaya Pinjol dan Judi Online bagi Gen Z, Literasi Finansial Jadi Kunci

Oleh: Asep Dahlan (Konsultan keuangan sekaligus pendiri Dahlan Consultant) Di...