DCNews, Jakarta — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kembali menjadi sorotan tajam setelah dinilai gagal menjalankan fungsi pengawasan terhadap industri pinjaman online (pinjol) dan peer-to-peer lending. Kritik keras kali ini datang dari Founder Bennix Investor Group, Benny Batara, yang menuntut perombakan menyeluruh terhadap lembaga regulator keuangan tersebut.
Dikutip DCNews dari kanal YouTube,Minggu (28/9/2025), Benny menilai maraknya kasus kerugian investasi, kredit macet, hingga hilangnya dana investor di platform berlogo OJK menjadi bukti lemahnya pengawasan.
“Kita ngomong soal pinjol. Ada yang ilegal, ada yang legal. Tapi sama saja. Semua ada OJK. Tapi semuanya juga merugikan. Berbahaya juga,” ujar Benny.
Ia mempertanyakan peran dan tanggung jawab OJK dalam melindungi konsumen. Ia menyinggung sejumlah kasus besar, seperti TY Hub dan Ever, di mana dana masyarakat macet dan tidak kembali meski platform tersebut sudah mengantongi izin OJK.
“Terus apa gunanya ada logo OJK kalau kredit nyangkut? Orang sudah taruh duit peer-to-peer lending, nyangkut, enggak balik duitnya. Banyak. Apa gunanya ada logo OJK? Tanggung jawab enggak?” tegasnya.
Menurut Benny, pemberian izin atau logo OJK seharusnya menjamin keamanan konsumen, sama halnya dengan sertifikasi halal dari MUI atau izin edar BPOM yang memastikan keamanan produk makanan dan obat.
“Kalau orang kasih logo halal sembarangan, ternyata ada babi atau bikin keracunan, harusnya bertanggung jawab yang kasih logo, dong. Nah, sama juga di sini. Orang sudah kasih duit ke perusahaan fintech, tiba-tiba kolaps atau kabur ke luar negeri. Siapa yang tanggung jawab?” katanya.
Benny menilai kondisi pengawasan yang dilakukan OJK saat ini “tidak jelas” dan justru menyengsarakan masyarakat. Karena itu, ia mendesak agar OJK segera direformasi total demi mengembalikan kepercayaan publik terhadap sistem keuangan. ***

