DCNews, Washington — Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim bahwa Presiden China Xi Jinping pernah berjanji kepadanya untuk tidak melakukan invasi militer ke Taiwan selama dirinya masih menduduki Gedung Putih.
Pernyataan itu disampaikan Trump dalam wawancara eksklusif dengan Fox News, saat ia dalam perjalanan menuju pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin guna membahas kemungkinan gencatan senjata di Ukraina—lebih dari tiga tahun setelah invasi besar-besaran Moskow.
“Dia (Xi) mengatakan kepada saya, ‘Dia tidak akan pernah melakukannya selama Anda presiden.’ Saya yakin itu tidak mungkin terjadi selama saya ada di sini,” ujar Trump dikutip, Sabtu (16/8/2025).
Klaim tersebut kembali menyoroti peran Washington dalam menjaga stabilitas di Selat Taiwan. Selama ini, AS menjadi pemasok utama peralatan militer bagi Taipei, meski secara resmi masih menerapkan kebijakan strategic ambiguity—tidak secara tegas menjanjikan intervensi militer jika konflik terjadi.
Undang-Undang Hubungan Taiwan 1979 mengatur bahwa AS wajib memberikan dukungan sumber daya bagi Taiwan untuk mempertahankan diri dan menolak perubahan status secara sepihak. Namun, aturan itu tidak secara eksplisit menyebutkan keterlibatan militer langsung dari Washington.
Dalam masa kampanye sebelumnya, Trump juga pernah menegaskan bahwa Taiwan “seharusnya membayar AS untuk pertahanan,” sebuah pernyataan yang menimbulkan perdebatan luas mengenai arah kebijakan luar negerinya di Asia. ***

