DCNews, Kyiv — Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy menuduh China menghentikan pasokan drone sipil ke Ukraina dan negara-negara Eropa lainnya, sementara tetap membuka akses teknologi serupa untuk Rusia. Pernyataan ini ia sampaikan dalam sesi wawancara tertutup bersama sejumlah wartawan pada Selasa lalu.
“Drone Mavic dari China tersedia untuk Rusia, tapi tertutup bagi Ukraina,” kata Zelenskiy. Ia juga mengklaim terdapat jalur produksi drone di wilayah Rusia yang melibatkan pihak-pihak dari China.
Drone Mavic, produksi perusahaan teknologi asal China DJI, sejatinya dirancang sebagai perangkat sipil untuk fotografi udara. Namun dalam perang di Ukraina, drone ini telah dimodifikasi untuk keperluan militer, seperti membawa bahan peledak dan melakukan serangan presisi terhadap target musuh.
Kehadiran drone di medan tempur telah merevolusi taktik peperangan kedua belah pihak, dari pengintaian di garis depan hingga serangan jarak jauh ke wilayah musuh yang lebih dalam. Ukraina, yang sangat bergantung pada teknologi drone untuk mempertahankan posisi militernya, menganggap pembatasan akses terhadap perangkat tersebut sebagai ancaman strategis.
Zelenskiy tidak membeberkan bukti langsung mengenai keterlibatan resmi pemerintah China dalam dugaan pasokan ke Rusia. Namun, ia menegaskan bahwa ketimpangan akses terhadap teknologi sipil yang digunakan untuk keperluan militer dapat memperpanjang konflik dan memperlebar ketimpangan kekuatan di medan perang.
Pihak otoritas China belum memberikan tanggapan resmi terkait tuduhan ini. ***

