Satgas Pasti Perketat Pengawasan, 27 Pegadaian dan 228 Pedagang Kripto Ilegal Ditindak

Date:

DCNews, Jakarta — Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas Pasti) menghentikan operasional 27 entitas pergadaian swasta ilegal dan menindak 228 pedagang aset keuangan digital ilegal sepanjang Januari hingga Mei 2026. Langkah tersebut dilakukan untuk melindungi masyarakat dari praktik usaha tanpa izin yang berpotensi menimbulkan kerugian finansial.

Sekretariat Satgas Pasti, Hudiyanto, mengatakan penutupan kegiatan usaha pergadaian ilegal dilakukan berdasarkan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK). Regulasi tersebut mewajibkan seluruh pelaku usaha pergadaian memenuhi persyaratan perizinan paling lambat 12 Januari 2026 sebagaimana diatur dalam Pasal 319.

“Seluruh pelaku usaha pergadaian wajib memenuhi ketentuan perizinan sesuai batas waktu yang telah ditetapkan dalam UU P2SK,” kata Hudiyanto, melalui keterangan persnya, Senin (22/6/2026).

Menurut Satgas Pasti, keberadaan pergadaian ilegal berisiko merugikan masyarakat karena umumnya menerapkan bunga tinggi, menggunakan perjanjian yang tidak transparan, serta memiliki mekanisme perlindungan yang lemah terhadap barang jaminan maupun hak-hak konsumen.

Selain menindak pergadaian ilegal, Satgas Pasti juga menghentikan aktivitas 228 pedagang aset keuangan digital ilegal hingga Mei 2026. Otoritas menemukan semakin banyak entitas tanpa izin yang menawarkan investasi aset kripto melalui media sosial, grup percakapan, maupun situs web yang tidak memiliki otorisasi resmi.

Hudiyanto menjelaskan bahwa sebagian besar pelaku menggunakan pola promosi yang menjanjikan keuntungan tetap, bonus berlipat ganda, hingga tawaran pendapatan pasif tanpa risiko. Penawaran tersebut umumnya tidak disertai mekanisme perlindungan konsumen yang memadai dan berpotensi menyesatkan investor.

Seiring meningkatnya aktivitas investasi aset digital, Satgas Pasti mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati sebelum menempatkan dana pada instrumen kripto.

Masyarakat diminta memastikan pihak yang menawarkan investasi telah memiliki izin dari otoritas berwenang sesuai kegiatan usahanya. Investor juga perlu memeriksa apakah aset yang diperdagangkan tercantum dalam Daftar Aset Kripto (DAK) yang berlaku.

Selain itu, Satgas Pasti mengingatkan masyarakat untuk menghindari penawaran investasi dengan skema yang tidak masuk akal, melakukan riset secara mandiri, serta memahami risiko yang melekat pada investasi aset kripto sebelum mengambil keputusan.

Informasi dan edukasi terkait aset kripto dapat diakses melalui portal literasi keuangan digital yang disediakan otoritas terkait. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Hari Sumpah Pemuda 2026, Mukhtarudin Ajak PMI di Seluruh Dunia Jaga Nama Baik Indonesia

DCNews, Jakarta - Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI)...

Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini 28 Oktober 2026, 1 Gram Rp2,589 Juta

DCNews, Jakarta — Harga emas batangan Antam di Pegadaian...

OJK Terima 3.244 Laporan Pinjol Ilegal di Jawa Timur, Tertinggi Kedua Nasional

DCNews, Surabaya — Jawa Timur menempati posisi kedua provinsi...

Julie Laiskodat Ingatkan Warga Sumba Timur Waspadai Pinjol Ilegal dan Judi Online

DCNews, Sumba Timur — Kemudahan mengakses pinjaman melalui telepon...