Fenomena FOMO di Balik Konser Internasional, Bisa Picu Lonjakan Pinjol di Kalangan Anak Muda

Date:

DCNews, Jakarta — Gelombang konser musisi papan atas dunia yang membanjiri Indonesia sepanjang April hingga Mei 2026 memicu fenomena finansial baru, yakni meningkatnya penggunaan pinjaman online (pinjol) di kalangan anak muda demi membeli tiket konser, didorong tekanan sosial dan Fear of Missing Out (FOMO).

Lonjakan minat terhadap konser internasional tak hanya menciptakan euforia hiburan, tetapi juga memunculkan praktik “war tiket” yang kian kompetitif. Dalam situasi tersebut, banyak remaja dan mahasiswa mengabaikan pertimbangan rasional terkait keuangan, termasuk tingginya bunga pinjol ilegal, demi mendapatkan akses ke acara yang dianggap prestisius dan layak dibagikan di media sosial.

Ditambah lagi, kemudahan akses aplikasi pinjaman yang hanya memerlukan identitas digital turut memperburuk kondisi. Tanpa verifikasi pendapatan yang memadai, pelajar dan mahasiswa menjadi kelompok paling rentan terjebak dalam siklus utang.

Tidak sedikit dari mereka yang akhirnya gagal bayar karena tidak memiliki sumber penghasilan tetap, sementara bunga dan denda terus menumpuk.

Konsultan keuangan sekaligus pendiri Dahlan Consultant, Asep Dahlan, menilai fenomena ini sebagai sinyal serius rendahnya literasi keuangan generasi muda di tengah tekanan gaya hidup digital.

“Fenomena ini bukan sekadar soal hiburan, tetapi sudah menyentuh aspek perilaku finansial yang berisiko. Ketika seseorang rela berutang dengan bunga tinggi hanya untuk kebutuhan konsumtif seperti konser, itu menunjukkan adanya distorsi dalam skala prioritas keuangan,” ujar Kang Dahlan, Jumat (24/4/2026).

Menurutnya, penggunaan pinjol untuk kebutuhan non-esensial berpotensi merusak stabilitas finansial jangka panjang, termasuk menciptakan catatan kredit buruk yang dapat menghambat akses ke layanan perbankan formal di masa depan.

Pria yang akrab disapa Kang Dahlan ini juga menyoroti kecenderungan sebagian anak muda yang menggunakan dana darurat bahkan tabungan pendidikan demi memenuhi gaya hidup sesaat. Ia menegaskan bahwa keputusan finansial semacam itu dapat berdampak sistemik terhadap perencanaan masa depan.

“Generasi muda harus mulai memahami perbedaan antara kebutuhan dan keinginan. Konser adalah hiburan, bukan prioritas utama. Jangan sampai masa depan finansial dikorbankan demi validasi sosial yang sifatnya sementara,” katanya.

Sebagai langkah mitigasi, Asep Dahlan mengimbau masyarakat, khususnya anak muda untuk lebih disiplin dalam mengelola keuangan, termasuk menetapkan anggaran hiburan yang realistis dan menghindari penggunaan utang konsumtif.

“Jika ingin menonton konser, pastikan dananya berasal dari pos hiburan yang sudah direncanakan, bukan dari pinjaman. Hindari pinjol ilegal, dan pahami betul konsekuensi bunga serta denda sebelum memutuskan berutang,” ujarnya.

Di sisi lain, pemerintah melalui otoritas keuangan mulai memperketat pengawasan terhadap iklan pinjol yang agresif menyasar generasi muda di media sosial. Kampanye literasi keuangan digital juga terus digencarkan ke sekolah dan perguruan tinggi guna meningkatkan pemahaman tentang risiko finansial jangka panjang.

Fenomena ini menjadi pengingat bahwa di tengah gempuran tren global dan tekanan sosial digital, kemampuan mengelola keuangan secara bijak menjadi keterampilan penting yang harus dimiliki generasi muda. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Utang Pinjol Tembus Rp96,6 Miliar, Jawa Barat dan Jakarta Dominasi: OJK Soroti Risiko Gagal Bayar

DCNews, Jakarta — Utang pinjaman online (pinjol) di Indonesia melonjak...

Harga Emas Hari Ini 24 April 2026 Turun Serentak: Antam, UBS, dan Galeri24 Kompak Melemah

DCNews, Jakarta — Harga emas batangan di Indonesia pada Jumat...

Teror Pinjol Ilegal Gunakan Ambulans dan Damkar di Yogyakarta, OJK Minta Korban Segera Lapor Polisi

DCNews, Yogyakarta — Aksi teror yang menyalahgunakan layanan ambulans dan...

Tragedi Siswa SMAN 5 Bandung, Polisi Diminta Tegas Hukum Pelaku Meski di Bawah Umur

DCNews, Jakarta — Gelombang kekerasan yang melibatkan pelajar kembali memicu...