DCNews, Jakarta — Pergerakan pasar keuangan global pada Kamis, 2 April 2026, menunjukkan dinamika yang cenderung defensif di tengah ketidakpastian ekonomi global. Emas kembali menguat sebagai aset lindung nilai, sementara dolar Amerika Serikat masih mendominasi pergerakan mata uang utama dunia dan memberikan tekanan pada pasar saham teknologi, termasuk indeks Nasdaq.
Harga emas (gold) tercatat menguat tipis, didorong oleh meningkatnya permintaan safe haven di tengah kekhawatiran perlambatan ekonomi global dan ekspektasi kebijakan suku bunga bank sentral. Investor cenderung mengalihkan portofolio ke aset yang lebih aman seiring meningkatnya volatilitas pasar.
Sementara itu, harga minyak (oil) relatif stabil dengan kecenderungan menguat terbatas. Stabilitas ini ditopang oleh keseimbangan antara kekhawatiran permintaan global yang melemah dan potensi pembatasan pasokan dari negara-negara produsen utama.
Di pasar valuta asing, pasangan EUR/USD mengalami tekanan, dengan euro melemah terhadap dolar AS. Hal ini dipicu oleh perbedaan kebijakan moneter antara Bank Sentral Eropa yang cenderung lebih dovish dibandingkan Federal Reserve yang masih mempertahankan sikap ketat.
Hal serupa terjadi pada GBP/USD, di mana poundsterling tertekan oleh penguatan dolar AS serta ketidakpastian ekonomi domestik Inggris. Sentimen pasar menunjukkan kehati-hatian investor terhadap prospek pertumbuhan ekonomi Inggris dalam jangka pendek.
Adapun pasangan USD/JPY terus menunjukkan penguatan dolar terhadap yen Jepang. Kebijakan suku bunga ultra-longgar dari Bank of Japan menjadi faktor utama pelemahan yen, di tengah kontras dengan kebijakan moneter ketat Amerika Serikat.
Di pasar saham, indeks Nasdaq mengalami tekanan akibat aksi jual pada saham-saham teknologi. Kenaikan imbal hasil obligasi AS serta ekspektasi suku bunga tinggi yang lebih lama menjadi faktor utama yang membebani sektor teknologi yang sensitif terhadap perubahan suku bunga.
Analisis Dahlan Consultant: Pasar Saat ini Cenderung Defensif
Di tengah kondisi tersebut, konsultan keuangan sekaligus pendiri Dahlan Consultant, Asep Dahlan, yang akrab disapa Kang Dahlan, menilai bahwa pasar saat ini berada dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan defensif. Menurutnya, penguatan emas mencerminkan meningkatnya kehati-hatian investor, sementara dominasi dolar AS menunjukkan likuiditas global masih terpusat di Amerika Serikat.
Ia menyarankan investor untuk menjaga keseimbangan portofolio dengan kombinasi aset aman dan instrumen berisiko secara selektif, serta mewaspadai potensi volatilitas lanjutan akibat ketidakpastian arah kebijakan moneter global. ***

