DCNews, Jakarta — Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami penurunan pada perdagangan Jumat pagi (13/3/2026). Berdasarkan data dari laman resmi Logam Mulia, harga emas Antam tercatat turun Rp21.000 menjadi Rp3.021.000 per gram dari posisi sebelumnya Rp3.042.000 per gram.
Penurunan tersebut tercatat pada pembaruan harga pukul 09.07 WIB di Jakarta. Pada saat yang sama, harga pembelian kembali (buyback) emas Antam juga mengalami penurunan dan berada di level Rp2.783.000 per gram.
Harga emas Antam diketahui dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti dinamika pasar global dan pergerakan nilai tukar. Dalam setiap transaksi, harga jual emas batangan juga dikenakan potongan pajak sesuai ketentuan pemerintah.
Berdasarkan regulasi yang tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 34/PMK.10/2017, penjualan kembali emas batangan ke Antam dengan nilai lebih dari Rp10 juta dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen bagi pemilik Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan 3 persen bagi non-NPWP. Pajak tersebut dipotong langsung dari total nilai transaksi buyback.
Sementara itu, untuk pembelian emas batangan, pembeli juga dikenakan PPh Pasal 22 sebesar 0,45 persen bagi pemegang NPWP dan 0,9 persen bagi non-NPWP. Setiap transaksi pembelian disertai dengan bukti potong pajak sesuai ketentuan yang berlaku.
Berikut rincian harga emas batangan Antam berdasarkan pecahan yang tercatat di laman Logam Mulia terbaru:
- 0,5 gram: Rp1.560.500
- 1 gram: Rp3.021.000
- 2 gram: Rp5.982.000
- 3 gram: Rp8.948.000
- 5 gram: Rp14.880.000
- 10 gram: Rp29.705.000
- 25 gram: Rp74.137.000
- 50 gram: Rp148.195.000
- 100 gram: Rp296.312.000
- 250 gram: Rp740.515.000
- 500 gram: Rp1.480.820.000
- 1.000 gram: Rp2.961.600.000
Analisis Pasar
Koreksi harga emas Antam pada perdagangan hari ini mencerminkan tekanan yang datang dari pasar global, terutama terkait penguatan dolar Amerika Serikat dan ekspektasi kebijakan suku bunga bank sentral. Dalam kondisi tersebut, investor cenderung melakukan aksi ambil untung setelah harga emas sebelumnya berada di level tinggi.
Namun demikian, dalam jangka menengah hingga panjang, emas masih dipandang sebagai instrumen lindung nilai (safe haven), terutama di tengah ketidakpastian geopolitik dan fluktuasi pasar keuangan global. Bagi investor domestik, pergerakan harga emas Antam juga sangat dipengaruhi oleh kurs rupiah terhadap dolar AS serta dinamika harga emas dunia, sehingga volatilitas jangka pendek masih berpotensi terjadi dalam beberapa waktu ke depan. ***

