DCNews, Jakarta — Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) melonjak tajam pada perdagangan Selasa (6/1/2026), menembus level Rp2.515.000 per gram, setelah empat hari berturut-turut bergerak stagnan. Kenaikan ini mempertegas kembali posisi emas sebagai aset lindung nilai di tengah meningkatnya ketidakpastian pasar global.
Berdasarkan data dari laman resmi Logam Mulia, harga emas Antam naik Rp27.000 dibandingkan hari sebelumnya, dari Rp2.488.000 per gram. Lonjakan tersebut juga mendorong harga jual kembali (buyback) ke level Rp2.371.000 per gram, memperkuat daya tarik emas bagi investor jangka pendek maupun panjang.
Dalam setiap transaksi jual beli emas batangan, pemerintah memberlakukan ketentuan pajak sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 34/PMK.10/2017. Penjualan kembali emas ke PT Antam Tbk dengan nilai di atas Rp10 juta dikenakan PPh Pasal 22 sebesar 1,5 persen bagi pemilik Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan 3 persen bagi non-NPWP. Pajak tersebut dipotong langsung dari total nilai buyback.
Sementara itu, pembelian emas batangan juga dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen untuk pemegang NPWP dan 0,9 persen untuk non-NPWP, dengan setiap transaksi disertai bukti potong pajak resmi.
Berikut daftar harga emas batangan Antam yang tercatat pada Selasa (6/1/2026):
- 0,5 gram: Rp1.307.000
- 1 gram: Rp2.515.000
- 2 gram: Rp4.970.000
- 3 gram: Rp7.430.000
- 5 gram: Rp12.350.000
- 10 gram: Rp24.645.000
- 25 gram: Rp61.487.000
- 50 gram: Rp122.895.000
- 100 gram: Rp245.712.000
- 250 gram: Rp614.015.000
- 500 gram: Rp1.227.820.000
1.000 gram: Rp2.455.600.000
Analisis Pasar:
Kenaikan tajam harga emas di awal 2026 mencerminkan meningkatnya minat investor terhadap aset safe haven, seiring ekspektasi suku bunga global yang masih ketat, volatilitas pasar saham, serta ketidakpastian geopolitik dan ekonomi dunia. Jika tekanan inflasi global dan fluktuasi nilai tukar berlanjut, harga emas berpeluang tetap bergerak menguat dalam jangka menengah, meskipun investor perlu mewaspadai potensi koreksi teknikal setelah reli cepat dalam beberapa hari terakhir. ***

