DCNews, Jakarta — Dua pria muda ditemukan tewas di area parkir Taman Makam Pahlawan Nasional (TMPN) Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis sore (11/12/2025). Penemuan yang terjadi pada pukul 15.45 WIB itu memicu penyelidikan besar, setelah laporan awal menyebut keduanya diduga menjadi korban pengeroyokan yang melibatkan kelompok pemuda dan jaringan debt collector yang dikenal sebagai “Mata Elang”.
Keterangan awal yang dihimpun aparat menyebutkan kedua korban, berusia sekitar 25 hingga 30 tahun, merupakan bagian dari kelompok Ambon yang kerap terlibat aktivitas penagihan kendaraan bermotor. Mereka ditemukan dengan tanda-tanda kekerasan berat. Informasi lapangan menyebut mereka diserang oleh sekitar delapan pemuda tak dikenal sebelum dinyatakan meninggal di lokasi.
Setelah kejadian, jenazah korban dibawa oleh rekan satu kelompoknya sebelum aparat dapat melakukan pemeriksaan menyeluruh. Kepolisian belum merilis identitas lengkap kedua korban karena masih menunggu verifikasi keluarga.
Penyelidikan Dimulai: Rekaman CCTV dan Saksi Diperiksa
Kasus ini kini ditangani bersama oleh Polsek Pancoran dan Polres Metro Jakarta Selatan. Sejumlah saksi di sekitar lokasi telah dimintai keterangan, sementara penyidik juga menelusuri rekaman CCTV yang mengarah ke area parkir tempat kedua korban ditemukan.
“Kami sedang mendalami motif dan pihak-pihak yang terlibat. Tim juga sedang mengumpulkan bukti pendukung dari lokasi,” ujar seorang pejabat kepolisian yang menangani kasus tersebut.
Belum ada informasi resmi mengenai apa yang memicu ketegangan antara kelompok korban dan kelompok pemuda yang diduga menjadi pelaku pengeroyokan. Namun polisi memastikan bahwa penyelidikan dilakukan secara intensif mengingat kasus ini melibatkan jaringan kelompok yang sudah beberapa kali tercatat dalam insiden kekerasan di Jakarta.
Konflik Antarkelompok Meningkat?
Insiden ini menambah daftar kasus kekerasan terorganisasi yang melibatkan kelompok penagih utang informal atau jaringan pemuda di kawasan Jakarta Selatan. Sejumlah pengamat keamanan perkotaan menilai gesekan seperti ini sering dipicu oleh persaingan wilayah, benturan kepentingan, atau sengketa penarikan kendaraan bermotor.
Hingga kini, aparat belum mengonfirmasi apakah peristiwa tersebut terkait dengan aktivitas penagihan kendaraan atau perselisihan internal antarkelompok.
Belum Ada Kesimpulan Resmi
Kepolisian masih merahasiakan detail kronologi hingga pemeriksaan forensik tuntas. Tidak ada anggota keluarga korban yang memberikan pernyataan kepada media pada hari kejadian.
“Segala informasi baru akan disampaikan setelah penyelidikan awal selesai,” tambah pejabat kepolisian itu. ***

