Market Brief Minggu: Harga Emas Naik, Minyak Menguat, Dolar Melemah, Nasdaq Rebound

Date:

DCNews, Jakarta – Sejumlah instrumen keuangan global bergerak variatif pada perdagangan akhir pekan, Minggu (7/12/2025). Harga emas dunia menguat didukung pelemahan dolar AS, sementara minyak mentah terkerek sentimen geopolitik. Di pasar valuta asing, euro dan poundsterling menguat terhadap dolar, sedangkan yen Jepang terus menekan USD/JPY. Indeks teknologi Nasdaq juga mencatat rebound menjelang keputusan suku bunga The Fed.

Pergerakan ini menandai sikap hati-hati pelaku pasar global menjelang rilis data ekonomi penting dari Amerika Serikat, terutama inflasi dan arah kebijakan moneter.

GOLD (XAU/USD) Menguat Didorong Pelemahan Dolar

Harga emas dunia kembali naik ke kisaran US$4.218 per troy ons setelah sempat terkoreksi. Pelemahan dolar AS dan turunnya imbal hasil obligasi Amerika Serikat membuat aset safe haven kembali diburu investor.

Ekspektasi bahwa The Fed semakin dekat pada sikap dovish meningkatkan peluang kenaikan harga emas dalam jangka pendek.

OIL Menguat karena Kekhawatiran Pasokan

Harga minyak mentah terkerek naik didorong konflik geopolitik yang berpotensi mengganggu pasokan global, termasuk ketegangan Rusia–Ukraina serta hubungan AS–Venezuela. Kekhawatiran pasar terhadap gangguan produksi memunculkan peluang kenaikan harga pada awal pekan mendatang.

EUR/USD Menguat Didukung Data Eropa

EUR/USD terapresiasi ke kisaran 1,167 setelah data pesanan pabrik Jerman menunjukkan hasil lebih baik dari ekspektasi. Pelemahan dolar AS juga memberi ruang penguatan euro, terutama jika tidak ada kejutan dari data inflasi AS.

GBP/USD Naik Setelah Dolar Tertekan

Poundsterling menguat ke level 1,335 terhadap dolar AS. Dorongan utama berasal dari melemahnya greenback menjelang rilis data ekonomi Amerika Serikat. Namun, volatilitas GBP/USD berpotensi meningkat jika Inggris merilis data domestik yang mengecewakan.

USD/JPY Melemah, Yen Tekan Dolar

USD/JPY turun ke sekitar 154,32, melemah hampir 70 pip pada sesi Eropa. Pasar mulai menimbang kemungkinan Bank of Japan memperketat kebijakan moneter lebih cepat dari perkiraan, membuat yen menguat dan menekan dolar AS.

Nasdaq Rebound Ditopang Harapan Pemangkasan Suku Bunga

Indeks teknologi Nasdaq melalui proxy QQQ kembali menguat. Optimisme pelaku pasar terkait peluang pemangkasan suku bunga The Fed menjadi faktor utama penggerak saham-saham teknologi besar, sehingga indeks mampu mencatat kenaikan moderat.

Analisis & Kesimpulan Pasar

Kombinasi pelemahan dolar AS, ketidakpastian geopolitik, dan ekspektasi pelonggaran moneter membuat sebagian besar instrumen berisiko bergerak positif pada akhir pekan ini.

  • Emas berpotensi melanjutkan tren naik jika inflasi AS melandai.
  • Minyak cenderung bullish selama ketegangan geopolitik belum mereda.
  • Forex menunjukkan pelemahan dolar secara luas, memberi momentum pada euro, poundsterling, dan yen.
  • Saham teknologi AS menikmati angin segar dari spekulasi dovish The Fed.

Investor disarankan menunggu rilis data inflasi AS pekan depan sebagai penentu arah pasar global, terutama mengenai prospek suku bunga. **”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Tragedi Kereta Bekasi Timur, Sujatmiko Soroti Sistem Keselamatan dan Perlintasan Ilegal

DCNews, Jakarta — Anggota Komisi V DPR RI Sudjatmiko mendesak...

Dorong Regulasi AI, Habib Aboe Bakar: Teknologi Harus Dikendalikan Manusia

DCNews, Jakarta – Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial...

Ancaman Siber Meningkat, Legislator PDIP Dorong Literasi Digital Jadi Pilar Pertahanan Negara

DCNews, Jakarta — Di tengah percepatan transformasi digital yang...

Kasus Roy Suryo Masuk Tahap Baru, KMI Apresiasi Pelimpahan Berkas ke Kejati DKI

DCNews, Jakarta — Proses hukum kasus yang menyeret nama mantan...