Market Brief Sabtu 29 November 2025: Emas Menguat, Dolar Stabil, Nasdaq Rebound di Akhir Pekan

Date:

DCNews, Jakarta— Pasar keuangan global menutup perdagangan pekan ini dengan pergerakan beragam di lintas kelas aset. Investor mencermati kombinasi data ekonomi Amerika Serikat, sentimen pemangkasan suku bunga The Fed, serta fluktuasi harga komoditas menjelang pergantian bulan. Berikut rangkuman Market Brief Sabtu (29/11/2025).

GOLD — Harga Emas Melonjak Didukung Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga

Harga emas menguat di akhir pekan setelah pelaku pasar kembali meningkatkan posisi beli seiring ekspektasi bahwa The Fed akan memangkas suku bunga pada kuartal I 2026. Yield obligasi AS yang melemah turut mendorong logam mulia kembali menjadi aset lindung nilai. Para analis menilai momentum bullish masih berpotensi berlanjut apabila indeks dolar terus bergerak sideways.

OIL – Harga Minyak Tertekan Isu Kelebihan Pasokan

Harga minyak dunia bergerak melemah dipicu kekhawatiran pasar terhadap meningkatnya produksi dari AS dan beberapa negara OPEC+. Di sisi permintaan, perlambatan ekonomi di Eropa dan Tiongkok turut menekan proyeksi konsumsi energi global. Investor menunggu sinyal kebijakan terbaru dari OPEC+ yang kemungkinan akan mempengaruhi level harga di awal Desember.

EURUSD — Euro Terkoreksi Karena Data Inflasi Lemah

Pasangan mata uang EURUSD melemah setelah data inflasi zona euro kembali menunjukkan perlambatan. Kondisi ini memperbesar spekulasi bahwa Bank Sentral Eropa (ECB) akan lebih cepat melakukan pemangkasan suku bunga. Di sisi lain, dolar AS relatif stabil menjelang rilis data ketenagakerjaan pekan depan.

GBPUSD — Pound Sterling Bangkit Tipis

GBPUSD menguat tipis didorong laporan penjualan ritel Inggris yang lebih baik dari perkiraan. Meski begitu, penguatan pound masih terbatas karena pasar menilai Bank of England tetap berhati-hati terhadap kebijakan moneter. Investor menunggu komentar terbaru dari pejabat bank sentral terkait outlook suku bunga 2026.

USDJPY — Dolar Melemah Terhadap Yen

USDJPY bergerak turun setelah meningkatnya spekulasi bahwa Bank of Japan akan menormalisasi kebijakan moneternya lebih cepat dari yang diperkirakan. Penguatan yen juga ditopang masuknya aliran modal ke aset-aset safe haven di tengah ketidakpastian pasar global.

Nasdaq — Indeks Teknologi Menguat Berkat Saham AI

Nasdaq ditutup menguat didorong lonjakan saham-saham teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI). Optimisme investor terhadap potensi pendapatan perusahaan teknologi besar membuat indeks ini tetap berada dalam tren positif. Pelaku pasar menilai sektor teknologi akan menjadi motor penggerak utama hingga akhir tahun.

Penutup
Menghadapi akhir pekan terakhir November, pasar global menunjukkan dinamika yang mencerminkan hati-hati investor terhadap arah kebijakan moneter utama dunia. Meski volatilitas masih akan membayangi, pelaku pasar berharap sentimen positif kembali menguat seiring rilis data ekonomi awal Desember dan optimisme terhadap prospek ekonomi 2026. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

AI Gantikan Debt Collector? Teknologi Penagihan Utang Otomatis Mulai Marak di Amerika Serikat

DCNews, Washington DC— Kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) mulai mengubah...

Penutupan Gerai Ritel Alfamart dan Indomaret Jadi Alarm Ekonomi, KADIN Minta Pemerintah Perkuat Sektor Swasta

DCNews, Jakarta — Di tengah ambisi pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi...

Harga Emas Pegadaian Hari Ini Naik Serentak, Antam Tembus Rp2,91 Juta per Gram

DCNews, Jakarta — Tren kenaikan harga emas kembali berlanjut...

Aturan untuk Debt Collector Terbaru 2026: OJK Larang Intimidasi, Penagihan Hanya Boleh Pukul 08.00–20.00

DCNews, Jakarta — Di tengah meningkatnya penggunaan layanan pinjaman...