Pinjol Sebabkan Banyak Perceraian di NTB, Gubernur Iqbal Dorong Penguatan Perbankan Syariah

Date:

DCNews, Mataram – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal, menyoroti darurat sosial dan ekonomi yang ditimbulkan praktik pinjaman online (pinjol) ilegal dan rentenir di tengah masyarakat. Menurut Gubernur Iqbal, dampak pinjol saat ini dirasa semakin mengkhawatirkan, dan tak boleh dibiarkan.

“Praktek pinjol dan rentenir bahkan ikut menjadi pemicu ribuan kasus perceraian,” sebut Gubernur Iqbal melalui keterangan tertulisnya, Selasa (7/10/2025) menyikapi fenomena tersebut.

Gubernur Iqbal menegaskan perlu solusi berkelanjutan untuk membentengi masyarakat melalui penguatan perbankan syariah. “Agar lebih fokus dan agresif menyasar sektor ultra mikro, mikro, dan UKM,” ujarnya lagi.

Kata Gubernur Iqbal, hasil temuan di lapangan selama kegiatan berkeliling, keluhan utama di hampir setiap dusun adalah soal pinjol. Bahkan, banyak permohonan agar masyarakat diselamatkan dari Pinjol.

“Berapa ribu perceraian yang terjadi karena urusan pinjol. Padahal ibu-ibu itu ngutang di pinjol itu untuk menyelamatkan kondisi ekonomi keluarga,” beber Gubernur Iqbal.

Gubernur Iqbal menjelaskan, banyak ibu rumah tangga (IRT) terpaksa meminjam karena uang bulanan dari suami tidak mencukupi. Namun mereka justru terjerat pada skema bunga yang terus membesar setiap hari.

“Begitu bermasalah di pinjol, dicerai sama suaminya. Dan itu ribuan kejadiannya,” sambung Gubernur Iqbal.

Tugas Bersama Selamatkan Masyrakat

Gubernur Iqbal menegaskan, menjadi tugas bersama untuk menyelamatkan masyarakat dari pinjol dan dari praktik rentenir atau yang biasa disebut bank subuh.

Hal ini mengingat mayoritas pinjol adalah ilegal, dan tentu tidak terdaftar di OJK (Otoritas Jasa Keuangan), sehingga sulit diawasi.

Gubernur Iqbal menekankan perlunya memperkuat kekebalan masyarakat secara ekonomi. Salah satu alternatif paling efektif adalah melalui institusi keuangan syariah.

“Perbankan-perbankan kita yang harus lebih banyak masuk ke sektor riil dan sektor ultra mikro dan mikro,” pintanya.

Sebagian besar dari IRT yang mengajukan pinjaman sebenarnya untuk usaha-usaha kecil sehari-hari. Oleh karena itu, fokus lembaga perbankan syariah harus dialihkan dari sektor konsumtif ke sektor riil.

“Institusi keuangan syariah ini harus lebih banyak fokus ke retail, harus lebih banyak fokus ke UMKM, ke mikro, supaya manfaatnya bisa dirasakan,” jelas Gubernur Iqbal.

Menurut Gubernur Iqbal, lembaga keuangan syariah ideal adalah yang paling banyak membawa manfaat bagi orang banyak.

Gubernur Iqbal menyadari, menyalurkan dana ke sektor mikro dan ultra mikro memiliki risiko kenaikan NPL (Kredit Macet). Namun, risiko itu bisa diatasi melalui pembinaan dan pendampingan yang kuat. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Resmi Jabat Menkeu, Suahasil Nazara Siap Menjalankan APBN yang Kredibel

DCNews, Jakarta — Presiden Prabowo Subianto mengganti Menteri Keuangan (Menkeu)...

Purbaya Diganti Suahasil, Saham BRI Mendadak Melejit 3,98 Persen

DCNews, Jakarta — Pergantian Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa oleh...

Prabowo Ganti Menkeu, Suahasil Nazara Gantikan Purbaya, Arah Kebijakan Fiskal Jadi Sorotan

DCNews, Jakarta — Presiden Prabowo Subianto mengganti Menteri Keuangan...

OJK Perketat Modal Perusahaan Asuransi Unit-Link, Minimal Rp500 Miliar Mulai 2028

DCNews, Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan memperketat...