DCNews, Jakarta — Harga emas Antam pada perdagangan Minggu (6/9/2026) tidak berubah dari posisi sehari sebelumnya. Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) tercatat Rp2.640.000 per gram, sementara harga jual kembali atau buyback bertahan di level Rp2.493.000 per gram.
Mengacu pada laman resmi Logam Mulia, harga tersebut masih sama dengan penutupan perdagangan Sabtu (5/9/2026). Dengan demikian, pasar emas Antam memasuki perdagangan akhir pekan tanpa perubahan harga baik pada sisi penjualan maupun pembelian kembali.
Harga buyback merupakan harga yang ditetapkan Butik Emas Logam Mulia (BELM) untuk membeli kembali emas Antam dari nasabah. Selisih antara harga jual dan buyback menjadi salah satu faktor yang perlu diperhitungkan investor sebelum melakukan transaksi emas fisik.
Daftar Harga Emas Antam Hari Ini
Berikut harga emas Antam pada Minggu (6/9/2026):
- 0,5 gram: Rp1.370.000
- 1 gram: Rp2.640.000
- 2 gram: Rp5.220.000
- 3 gram: Rp7.805.000
- 5 gram: Rp12.975.000
- 10 gram: Rp25.895.000
- 25 gram: Rp64.612.000
- 50 gram: Rp129.145.000
- 100 gram: Rp258.212.000
Sementara itu, harga buyback emas Antam berada di level Rp2.493.000 per gram, sama seperti perdagangan sebelumnya.
Analisis Dahlan Consultant: Investor Perlu Melihat Tren, Bukan Sekadar Harga Harian
Konsultan keuangan sekaligus pendiri Dahlan Consultant, Asep Dahlan, mengatakan stagnasi harga emas dalam satu hari sebaiknya tidak menjadi dasar utama bagi masyarakat untuk mengambil keputusan investasi.
Menurut dia, emas lebih tepat dipandang sebagai instrumen penyimpan nilai dalam jangka menengah dan panjang. Karena itu, investor perlu memperhatikan tren harga, kondisi ekonomi global, pergerakan nilai tukar, serta kebutuhan likuiditas sebelum membeli atau menjual emas.
“Investor jangan hanya melihat harga hari ini naik atau turun. Yang lebih penting adalah menentukan tujuan investasi, jangka waktu, dan kemampuan keuangan,” kata pria yang akrab disapa Kang Dahlan itu.
Ia menambahkan, calon pembeli emas fisik juga perlu memperhitungkan selisih antara harga beli dan harga buyback. Selisih tersebut membuat investasi emas membutuhkan waktu agar kenaikan harga dapat menutup biaya atau spread transaksi.
Kang Dahlan menyarankan masyarakat yang ingin mengakumulasi emas secara bertahap tidak perlu terburu-buru mengejar harga ketika terjadi kenaikan tajam. Strategi pembelian berkala dapat menjadi pilihan bagi investor yang memiliki tujuan jangka panjang dan ingin mengurangi risiko salah menentukan waktu pembelian. ***

