DCNews, Jakarta — Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali melemah pada Sabtu (5/9/2026). Berdasarkan pantauan laman resmi Logam Mulia pada pukul 08.45 WIB, harga emas Antam turun Rp30.000 menjadi Rp2.640.000 per gram dari sebelumnya Rp2.670.000 per gram.
Penurunan harga jual tersebut terjadi bersamaan dengan turunnya harga pembelian kembali atau buyback. Harga buyback tercatat Rp2.493.000 per gram.
Harga emas Antam dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kebijakan perusahaan dan kondisi pasar.
Daftar Harga Emas Antam
Untuk pembelian emas Antam, harga yang tercantum di laman resmi menjadi dasar transaksi. Berikut daftar harga emas batangan Antam pada Sabtu:
- 0,5 gram: Rp1.370.000
- 1 gram: Rp2.640.000
- 2 gram: Rp5.220.000
- 3 gram: Rp7.805.000
- 5 gram: Rp12.975.000
- 10 gram: Rp25.895.000
- 25 gram: Rp64.612.000
- 50 gram: Rp129.145.000
- 100 gram: Rp258.212.000
- 250 gram: Rp645.265.000
- 500 gram: Rp1.290.320.000
- 1.000 gram: Rp2.580.600.000
Ketentuan Pajak Buyback dan Pembelian
Dalam transaksi buyback dengan nilai di atas Rp10 juta, penjual dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen. Pajak tersebut dipotong langsung dari nilai transaksi buyback.
Sementara itu, pembelian emas Antam dikenakan PPh sebesar 0,25 persen dari harga dasar yang tercantum di laman resmi.
Ketentuan pajak tersebut perlu diperhitungkan investor ketika menghitung selisih antara harga beli dan nilai yang diterima saat emas dijual kembali.
Analisis Dahlan Consultant: Investor Perlu Melihat Selisih Harga Beli dan Buyback
Konsultan keuangan sekaligus pendiri Dahlan Consultant, Asep Dahlan, menilai penurunan harga emas harian sebaiknya tidak langsung diterjemahkan sebagai sinyal untuk menjual atau membeli secara terburu-buru.
Menurut pria yang akrab disapa Kang Dahlan itu, investor perlu memperhatikan selisih antara harga pembelian dan harga buyback, karena keuntungan investasi emas tidak hanya ditentukan oleh kenaikan harga jual emas, tetapi juga oleh spread dan biaya pajak yang melekat dalam transaksi.
Dalam kondisi harga yang bergerak turun, kata dia, investor dengan tujuan jangka panjang sebaiknya lebih fokus pada fundamental dan horizon investasinya daripada merespons fluktuasi harian.
“Emas lebih tepat dilihat sebagai instrumen untuk menjaga nilai aset dan diversifikasi portofolio. Karena itu, investor perlu menentukan tujuan, jangka waktu, serta kemampuan menanggung fluktuasi harga sebelum mengambil keputusan,” demikian analisis Kang Dahlan.
Penurunan harga Antam sebesar Rp30.000 per gram pada Sabtu menjadi pengingat bahwa harga emas fisik dapat bergerak cukup cepat. Bagi calon pembeli, kondisi tersebut dapat menjadi momentum untuk mencermati harga, sementara bagi pemilik emas, keputusan menjual tetap perlu mempertimbangkan harga perolehan dan kebutuhan dana. ***

