Jalur Pemandu Penyandang Disabilitas di Jakarta Rusak, DPRD Minta Bina Marga Segera Perbaiki

Date:

DCNews, Jakarta — Jalur pemandu bagi penyandang disabilitas di sejumlah trotoar Jakarta dilaporkan bergeser dan rusak. Bahkan, terdapat jalur pemandu yang pemasangannya tidak sesuai arah sehingga berpotensi membahayakan sekaligus membingungkan pengguna.

Kondisi tersebut mendorong Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta Nabilah Aboe Bakar Alhabsyi meminta Dinas Bina Marga DKI Jakarta segera melakukan pemeriksaan dan perbaikan.

Nabilah mengatakan, jalur pemandu merupakan bagian penting dari aksesibilitas fasilitas pejalan kaki sehingga kondisinya harus dipastikan aman dan berfungsi sebagaimana mestinya.

“Saya ingin Bina Marga memberikan perhatian lebih,” kata Nabilah dalam keterangan tertulis, Senin (31/8/2026).

Nabilah menilai pembangunan trotoar tidak cukup hanya berorientasi pada kondisi fisik dan estetika. Aspek aksesibilitas bagi penyandang disabilitas harus diperhatikan sejak tahap perencanaan, pembangunan hingga pemeliharaan.

Menurut dia, masukan mengenai kondisi jalur pemandu tersebut disampaikan langsung oleh sejumlah penyandang disabilitas yang menemukan fasilitas itu dalam kondisi tidak aman di beberapa lokasi.

Ia menegaskan, fasilitas publik harus dapat digunakan seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.

“Jangan sampai fasilitas yang seharusnya membantu penyandang disabilitas, justru menjadi sumber persoalan karena rusak atau pemasangannya tidak tepat,” ujar Nabilah.

Bina Marga Siapkan Pemeriksaan Lapangan

Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Heru Suwondo mengatakan, kondisi trotoar, termasuk jalur pemandu, menjadi perhatian jajarannya.

Ia memastikan pemeriksaan akan dilakukan untuk mengetahui kondisi fasilitas tersebut secara langsung di lapangan.

“Pemeriksaan akan dilakukan petugas Dinas maupun Suku Dinas Bina Marga di lapangan,” kata Heru.

Heru menjelaskan, perbaikan jalur pemandu pada trotoar berbahan paving dapat dilakukan melalui kegiatan pemeliharaan rutin yang dikerjakan oleh Satuan Tugas (Satgas) Bina Marga.

Sementara itu, kerusakan pada bagian konstruksi tertentu yang membutuhkan penanganan lebih besar akan dilakukan dengan melibatkan penyedia jasa.

“Hal-hal seperti itu sudah masuk kegiatan rutin kami,” ujarnya.

Ribuan Aduan Infrastruktur Jakarta Ditindaklanjuti

Penanganan jalur pemandu tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah merespons laporan masyarakat mengenai kondisi infrastruktur di Jakarta.

Sepanjang Juli 2026, Dinas Bina Marga DKI Jakarta mencatat 5.716 aduan melalui sistem Cepat Respons Masyarakat (CRM) telah ditindaklanjuti. Dari jumlah tersebut, 2.048 laporan berkaitan dengan jalan.

Sebanyak 58 laporan lainnya berkaitan dengan Penerangan Jalan Umum (PJU) dan jaringan listrik. Kemudian, 2.457 laporan menyangkut Jembatan Penyeberangan Orang (JPO), halte, dan utilitas.

Adapun laporan mengenai trotoar beserta perlengkapannya mencapai 466 laporan. Sementara 687 laporan lainnya berkaitan dengan berbagai persoalan infrastruktur kebinamargaan.

Aduan Warga Jadi Instrumen Pemantauan

Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Dinas Bina Marga DKI Jakarta Siti Dinarwenny mengatakan, laporan masyarakat menjadi salah satu instrumen penting bagi pemerintah untuk mengetahui kondisi infrastruktur secara langsung.

“Setiap aduan yang masuk adalah bentuk kepedulian masyarakat terhadap infrastruktur Jakarta,” ujar Wenny, sapaan Siti Dinarwenny.

Ia mengajak masyarakat terus menyampaikan laporan apabila menemukan kerusakan infrastruktur. Menurut dia, laporan tersebut dapat membantu pemerintah melakukan penanganan secara lebih cepat dan tepat sasaran.

Pengaduan masyarakat juga membantu memastikan fasilitas publik, mulai dari jalan, trotoar, JPO, PJU hingga infrastruktur lainnya, tetap aman dan nyaman digunakan.

“Kami berterima kasih kepada masyarakat yang telah berpartisipasi dan menjadi bagian dari upaya menjaga infrastruktur Jakarta agar tetap aman dan nyaman,” tutur Wenny.

Masyarakat dapat melaporkan kerusakan infrastruktur melalui sejumlah kanal resmi, antara lain Jakarta Kini (JAKI), SPAN-LAPOR!, Sistem Informasi Pengaduan Whistleblowing, kantor pemerintahan DKI Jakarta, media sosial, serta Posko Dinas Bina Marga di nomor 021-3844444. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

OJK Soroti Risiko Penagihan Pinjol, Pembiayaan UMKM Tembus Rp35,12 Triliun

DCNews, Jakarta — Pertumbuhan pinjaman daring (pinjol) yang semakin...

Alex Indra Lukman: Beda Pilihan Politik Tak Boleh Memutus Silaturahmi

DCNews, Padang — Perbedaan pilihan politik, bagi Ketua DPD...

Harga Emas Antam Hari Ini 31 Agustus 2026 Stagnan Rp2,67 Juta, Investor Perlu Cermati Spread Buyback

DCNews, Jakarta— Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk...

OJK Siapkan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis, Struktur Pengawasan BMKS Tinggal Dilantik

DCNews, Jakarta — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menuntaskan sebagian...