DCNews, Jakarta — Harga emas Antam di Pegadaian bergerak turun pada Kamis (20/8/2026), berlawanan dengan harga emas di pasar global yang justru menguat ke level tertinggi sejak awal Juni. Pergerakan yang berlawanan ini menunjukkan investor emas domestik menghadapi dinamika yang tidak semata-mata ditentukan oleh kenaikan harga emas dunia.
Berdasarkan data terbaru yang tercantum di laman resmi Pegadaian, harga emas Antam ukuran 1 gram turun Rp51.000 menjadi Rp2.685.000 per gram dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Sementara itu, harga pembelian kembali atau buyback emas Antam 1 gram berada di level Rp2.485.000 per gram. Dengan demikian, terdapat selisih Rp200.000 antara harga jual dan harga buyback untuk kepingan 1 gram.
Pergerakan harga tersebut juga terlihat pada berbagai ukuran emas Antam yang tersedia di Pegadaian. Untuk pecahan 0,5 gram, misalnya, harga jual tercatat Rp1.394.000 dengan harga buyback Rp1.242.000.
Adapun emas Antam ukuran 2 gram dijual Rp5.309.000, sedangkan harga buyback berada di Rp4.971.000.
Untuk kepingan 3 gram, harga jual mencapai Rp7.938.000 dengan harga buyback Rp7.456.000. Sementara emas Antam 5 gram dibanderol Rp13.195.000 dan harga buyback-nya Rp12.427.000.
Pada pecahan 10 gram, harga emas Antam tercatat Rp26.335.000. Pegadaian menetapkan harga buyback sebesar Rp24.855.000.
Daftar Harga Emas Antam Di Pegadaian
Berikut harga emas Antam yang tercatat di Pegadaian pada Kamis (20/8/2026):
| Ukuran | Harga jual | Harga buyback |
|---|---|---|
| 0,5 gram | Rp1.394.000 | Rp1.242.000 |
| 1 gram | Rp2.685.000 | Rp2.485.000 |
| 2 gram | Rp5.309.000 | Rp4.971.000 |
| 3 gram | Rp7.938.000 | Rp7.456.000 |
| 5 gram | Rp13.195.000 | Rp12.427.000 |
| 10 gram | Rp26.335.000 | Rp24.855.000 |
| 25 gram | Rp65.709.000 | Rp61.832.000 |
| 50 gram | Rp131.336.000 | Rp123.664.000 |
| 100 gram | Rp262.593.000 | Rp247.329.000 |
Untuk emas Antam berukuran 250 gram hingga 1.000 gram, produk tersebut belum tersedia di Pegadaian pada perdagangan Kamis.
Perbedaan antara harga jual dan buyback menjadi salah satu hal penting yang perlu diperhatikan investor. Harga jual menunjukkan biaya ketika membeli emas, sedangkan harga buyback menjadi acuan ketika emas tersebut dijual kembali.
Artinya, investor tidak cukup melihat kenaikan harga emas secara harian. Perubahan spread antara harga jual dan buyback juga berpengaruh terhadap waktu yang dibutuhkan agar investasi emas mencapai titik impas.
Harga Emas Dunia Menguat Ke Us$4.480 Per Ons
Di pasar internasional, emas justru bergerak menguat. Harga emas dunia naik menjadi sekitar US$4.480 per troy ounce pada perdagangan Rabu (20/8/2026), level yang disebut sebagai posisi tertinggi sejak awal Juni.
Kenaikan tersebut berlangsung ketika pasar mencermati kebijakan pemerintah Amerika Serikat terkait pasar obligasi jangka panjang.
Departemen Keuangan AS menggandakan pembelian kembali surat utang negara berupa notes dan bonds untuk kuartal keuangan mendatang. Kebijakan tersebut menjadi salah satu langkah Washington untuk meredam tekanan kenaikan imbal hasil atau yield pada surat utang dengan tenor panjang.
Di sisi lain, Menteri Keuangan AS Scott Bessent sebelumnya menyerukan peningkatan batas pada fasilitas Foreign and International Monetary Authorities (FIMA) Federal Reserve.
Penurunan biaya pinjaman berpotensi mengurangi biaya peluang memegang emas, yang tidak memberikan imbal hasil berupa bunga seperti instrumen utang.
Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang membantu menopang permintaan terhadap emas di pasar global.
Namun, penguatan harga emas dunia tidak serta-merta membuat harga emas ritel di Indonesia bergerak dengan arah yang sama. Harga emas domestik juga dipengaruhi nilai tukar rupiah, kondisi pasokan, biaya produksi dan distribusi, serta kebijakan harga masing-masing penjual.
Analisis Dahlan Consultant: Investor Perlu Melihat Tren, Bukan Sekadar Harga Harian
Konsultan keuangan sekaligus pendiri Dahlan Consultant, Asep Dahlan, dapat menekankan bahwa penurunan harga emas dalam satu hari sebaiknya tidak langsung dibaca sebagai perubahan tren jangka panjang. Dalam konteks investasi, investor perlu membedakan antara fluktuasi harian dan perubahan fundamental yang lebih besar di pasar emas.
Pergerakan harga emas global yang masih berada pada level tinggi menunjukkan bahwa sentimen terhadap aset lindung nilai tetap kuat. Namun, investor domestik juga perlu memperhitungkan faktor nilai tukar rupiah dan selisih harga jual-buyback sebelum mengambil keputusan.
Bagi investor dengan tujuan jangka panjang, strategi pembelian secara bertahap dapat menjadi pilihan untuk mengurangi risiko membeli dalam jumlah besar pada satu titik harga. Sebaliknya, bagi investor yang mengejar keuntungan jangka pendek, spread harga jual dan buyback perlu menjadi perhatian utama karena kenaikan harga emas belum tentu langsung menghasilkan keuntungan setelah memperhitungkan selisih tersebut.
Dengan harga emas yang masih berada pada level tinggi, disiplin dalam menentukan tujuan investasi menjadi semakin penting. Emas dapat berfungsi sebagai diversifikasi dan penyimpan nilai, tetapi pergerakan harganya tetap memiliki risiko dan tidak menjamin keuntungan dalam jangka pendek. ***

