Harga Emas Antam Turun Rp1.000 Jadi Rp2,627 Juta per Gram, Ini Daftar Harganya

Date:

DCNews, Jakarta — Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali bergerak turun pada Selasa pagi, 22 September 2026. Berdasarkan data laman resmi Logam Mulia yang dipantau di Jakarta pukul 08.49 WIB, harga emas Antam ukuran 1 gram berada di level Rp2.627.000, turun Rp1.000 dibandingkan harga sebelumnya Rp2.628.000 per gram.

Penurunan juga terjadi pada harga pembelian kembali atau buyback. Antam menetapkan harga buyback sebesar Rp2.462.000 per gram pada perdagangan Selasa.

Pergerakan tipis tersebut menunjukkan harga emas masih bergerak dalam rentang yang relatif ketat. Meski demikian, investor tetap perlu memperhatikan selisih antara harga beli dan harga buyback karena perbedaan tersebut menjadi salah satu faktor yang menentukan hasil investasi ketika emas dijual kembali.

Harga emas batangan Antam dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan harga emas dan kondisi pasar. Karena itu, harga yang tercantum pada pagi hari tidak selalu menjadi harga yang berlaku pada waktu transaksi berikutnya.

Dari sisi perpajakan, transaksi buyback dengan nilai lebih dari Rp10 juta dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen. Pajak tersebut dipotong langsung dari nilai transaksi pada saat emas dijual kembali.

Sementara itu, pembelian emas Antam dikenakan PPh sebesar 0,25 persen dari harga dasar yang tercantum pada laman resmi Logam Mulia.

Berikut daftar harga dasar emas Antam pada Selasa, 22 September 2026:

  • 0,5 gram: Rp1.363.500
  • 1 gram: Rp2.627.000
  • 2 gram: Rp5.194.000
  • 3 gram: Rp7.766.000
  • 5 gram: Rp12.910.000
  • 10 gram: Rp25.765.000
  • 25 gram: Rp64.287.000
  • 50 gram: Rp128.495.000
  • 100 gram: Rp256.912.000
  • 250 gram: Rp642.015.000
  • 500 gram: Rp1.283.820.000
  • 1.000 gram: Rp2.567.600.000
Analisis Dahlan Consultant: Jangan Hanya Melihat Harga Emas Hari Ini

Konsultan keuangan sekaligus pendiri Dahlan Consultant, Asep Dahlan, mengatakan pergerakan harga emas dalam jangka pendek sebaiknya tidak menjadi satu-satunya dasar dalam mengambil keputusan investasi.

Menurut pria yang akrab disapa Kang Dahlan itu, investor perlu melihat emas sebagai instrumen untuk menjaga nilai aset dalam jangka menengah dan panjang, bukan sekadar mengejar keuntungan dari perubahan harga harian.

“Penurunan Rp1.000 per gram relatif kecil jika dibandingkan dengan tujuan investasi emas dalam jangka panjang. Yang lebih penting adalah menentukan tujuan pembelian, jangka waktu penyimpanan, dan kemampuan keuangan,” katanya lagi.

Ia juga mengingatkan investor untuk memperhitungkan selisih antara harga pembelian dan buyback, termasuk biaya serta ketentuan pajak yang berlaku. Faktor tersebut membuat investasi emas tidak selalu memberikan keuntungan apabila emas dibeli dan dijual dalam waktu sangat singkat.

Kang Dahlan  menyarankan investor melakukan pembelian secara terukur dan menyesuaikannya dengan arus kas. Dengan harga emas yang sudah berada di level tinggi, strategi pembelian bertahap dapat menjadi salah satu pendekatan untuk mengurangi risiko masuk pada satu titik harga.

“Jangan sampai karena melihat harga emas terus naik, seseorang membeli dalam jumlah besar dengan mengorbankan kebutuhan likuiditas. Emas seharusnya menjadi bagian dari portofolio, bukan menghabiskan seluruh dana yang tersedia,” ujar Kang Dahlan. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Utang BLBI ke BI Lunas Rp218,3 Triliun, Hak Tagih Negara kepada Obligor Tetap Berjalan

DCNews, Jakarta — Pelunasan Rp218,3 triliun kepada Bank Indonesia...

Harga Emas Pegadaian 23 September 2026 Stabil, Antam Rp2,667 Juta per Gram

DCNews, Jakarta — Harga emas di Pegadaian pada Rabu, 23...

OJK Soroti Transaksi STNK Only, Risiko Hukum dan Dampaknya ke Multifinance

DCNews, Jakarta — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyoroti praktik...

Penerima Bansos Terlibat Pinjol dan Judol di Pekanbaru Terancam Dicoret

DCNews, Pekanbaru — Pemerintah Kota Pekanbaru mengingatkan Keluarga Penerima...