DCNews, Jakarta — Meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan pinjaman daring mendorong Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) memperluas edukasi mengenai penggunaan pinjaman secara bijak dan pentingnya menjaga skor kredit.
Edukasi dinilai perlu diperkuat agar masyarakat memahami informasi layanan pendanaan, kewajiban pembayaran, serta konsekuensi dari keputusan keuangan yang diambil.
Ketua Bidang Risk Control & Technology AFPI Rony Wijaya mengatakan, edukasi masyarakat merupakan salah satu mandat asosiasi dan industri fintech pendanaan. Karena itu, informasi yang disediakan melalui layanan digital harus lengkap, jelas, dan mudah dipahami pengguna.
“Jadi dari semua informasi yang disediakan di layanan kami, informasinya harus lengkap dan jelas agar bisa dicerna bagi para masyarakat,” ujar Rony dalam keterangan tertulis, Jumat (18/9/2026).
Selain melalui platform digital, AFPI memperluas literasi keuangan melalui kolaborasi dengan media massa, universitas, dan berbagai pihak lainnya. Edukasi juga dilakukan secara langsung dengan mendatangi masyarakat di sejumlah wilayah Indonesia.
Rony mengungkapkan, kegiatan edukasi tatap muka telah menjangkau sejumlah kota, mulai dari Medan, Sumatra Utara, hingga Sorong, Papua. Pertemuan langsung tersebut tidak hanya ditujukan untuk memberikan pemahaman mengenai layanan fintech pendanaan, tetapi juga menjadi sarana bagi industri memperoleh masukan tentang kebutuhan dan kondisi masyarakat di daerah.
Menurut dia, edukasi keuangan perlu dilakukan secara preventif agar masyarakat lebih bijak dalam mengambil pinjaman, memahami kewajiban pembayaran, dan menjaga skor kredit. Pemahaman tersebut menjadi bagian penting dari pengelolaan keuangan pribadi, terutama ketika masyarakat menggunakan layanan pendanaan digital.
Upaya literasi keuangan juga dilakukan oleh masing-masing perusahaan fintech melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). AFPI turut memanfaatkan media sosial dan membangun kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memperluas jangkauan edukasi kepada masyarakat.

