Pinjol dan Paylater Makin Mudah, Pengamat Ingatkan Bahaya Utang Berlapis

Date:

DCNews, Denpasar — Kemudahan memperoleh pinjaman melalui layanan keuangan digital seperti pinjaman online (pinjol) dan paylater dapat berubah menjadi beban serius ketika masyarakat menggunakannya untuk menutup utang sebelumnya. Pola pinjaman berlapis dinilai berisiko membuat kewajiban pembayaran terus membesar tanpa diimbangi kemampuan keuangan yang memadai.

Pengamat ekonomi Viraguna Bagoes Oka, Jumat (28/8/2026), mengatakan persoalan utama bukan terletak pada perkembangan teknologi finansial atau financial technology (fintech), melainkan pada cara masyarakat memahami dan menggunakan produk pembiayaan digital.

Menurut dia, masyarakat perlu memahami secara menyeluruh bunga, biaya tambahan, tenor, serta total kewajiban yang harus dibayarkan sebelum memutuskan mengambil pinjaman.

“Literasi keuangan di zaman fintech dan pinjaman online ini sangat perlu digalakkan sedini mungkin kepada masyarakat kita, terutama masyarakat menengah ke bawah yang umumnya pemahaman tentang bunga ini banyak yang tidak dipahami,” kata Viraguna.

Waspadai Tawaran Bunga 0 Persen

Viraguna mengingatkan masyarakat agar tidak hanya terpaku pada promosi pinjaman dengan iming-iming bunga 0 persen. Menurut dia, calon peminjam perlu membaca seluruh ketentuan dalam perjanjian, termasuk biaya dan mekanisme perhitungan yang mungkin tidak langsung terlihat dalam penawaran awal.

“Kadang-kadang pinjaman instan ini sering kali menyebutkan bunga 0 persen. Itu jebakan. Karena di dalamnya ada rumus-rumus tertentu yang kurang bisa dipahami oleh masyarakat,” ujarnya.

Ia menilai pemahaman terhadap biaya pembiayaan menjadi semakin penting karena kemudahan teknologi memungkinkan seseorang mengakses lebih dari satu fasilitas pinjaman dalam waktu relatif singkat.

Utang Ditutup dengan Utang Baru

Risiko, kata Viraguna, meningkat ketika seseorang mulai menggunakan fasilitas pembiayaan baru untuk memenuhi kewajiban dari pinjaman sebelumnya.

Dalam pola seperti itu, paylater pertama dapat ditutup menggunakan fasilitas paylater atau pinjaman kedua. Ketika kewajiban kembali jatuh tempo, peminjam kemudian mencari fasilitas ketiga. Siklus tersebut berpotensi terus berlangsung hingga jumlah lembaga pembiayaan yang digunakan semakin banyak.

“Penggunaan paylater satu, penggunaan paylater dua untuk menutup paylater satu, kemudian untuk menutup paylater satu dan dua dibukalah paylater tiga dan seterusnya sampai ke maksimum 10 lembaga peminjam keuangan,” katanya.

Viraguna menyebut pola utang berlapis tersebut sebagai “bom waktu”. Semakin banyak fasilitas pembiayaan yang digunakan, semakin besar pula akumulasi kewajiban yang harus dibayar setiap bulan.

Persoalan tersebut bukan semata-mata mengenai jumlah pinjaman, tetapi juga kemampuan seseorang mempertahankan arus kas untuk memenuhi seluruh kewajiban secara bersamaan.

Periksa Legalitas dan Kemampuan Membayar

Karena itu, Viraguna meminta masyarakat tidak terburu-buru mengambil pinjaman hanya karena proses pengajuannya mudah dan cepat. Legalitas lembaga pemberi pinjaman perlu diperiksa, termasuk memastikan statusnya di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Selain legalitas, calon peminjam perlu menghitung seluruh biaya pembiayaan dan memahami jumlah uang yang pada akhirnya harus dikembalikan hingga pinjaman dinyatakan lunas.

Kemampuan membayar juga harus menjadi pertimbangan utama. Pinjaman untuk kebutuhan produktif, menurut Viraguna, memiliki karakter risiko yang berbeda dengan pembiayaan konsumtif, terlebih jika pinjaman tersebut digunakan untuk menutup utang sebelumnya.

Penguatan literasi keuangan, terutama bagi masyarakat menengah ke bawah dan generasi muda, dinilai menjadi bagian penting untuk mencegah kemudahan akses pembiayaan digital berubah menjadi persoalan utang yang semakin sulit dikendalikan.

Di tengah berkembangnya fintech, kemudahan mendapatkan pembiayaan semestinya berjalan beriringan dengan kemampuan masyarakat memahami konsekuensi finansial dari setiap pinjaman yang diambil.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp5.000 Jadi Rp2,718 Juta per Gram, Ini Daftar Lengkapnya

DCNews, Jakarta — Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk...

Habib Aboe: Kampus Harus Jadi Mitra Pengetahuan Parlemen

DCNews, Denpasar - Anggota Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP)...

Polsek Rancaekek Patroli Cegah Aksi Debt Collector Meresahkan Warga

DCNews, Bandung – Polsek Rancaekek, Polresta Bandung, meningkatkan patroli...

Dinsos Lobar Temukan Penerima Bansos Terindikasi Pinjol dan Judi Online Dicoret

DCNews, Lombok Barat — Sejumlah penerima bantuan sosial (bansos) di...