AS Mulai Blokade Pelabuhan Iran usai Perundingan Gagal, Harga Minyak Global Melonjak

Date:

DCNews, Washington — Angkatan bersenjata Amerika Serikat (AS) resmi memulai blokade maritim terhadap seluruh pelabuhan Iran pada Senin kemarin (13/4/2026) pukul 10.00 ET (21.00 WIB), setelah perundingan nuklir langsung dengan Iran di Pakistan gagal mencapai kesepakatan usai marathon 21 jam, memicu eskalasi konflik dan lonjakan harga minyak dunia.

Latar Belakang Eskalasi Konflik

Konflik memanas sejak akhir Februari 2026, ketika kampanye udara AS-Israel menargetkan Iran mulai 28 Februari, diikuti penutupan Selat Hormuz oleh Garda Revolusi Iran (IRGC) pada 2 Maret. Jalur vital yang mengangkut 20 persen pasokan minyak global ini sempat dibuka terbatas selama gencatan senjata dua minggu yang berakhir 22 April, namun toll mencapai lebih dari $1 juta per kapal.

Presiden Donald Trump memerintahkan blokade melalui Komando Pusat AS (CENTCOM), yang menyatakan operasi diberlakukan “secara imparsial terhadap kapal semua negara” di Teluk Arab dan Teluk Oman, tanpa menghalangi lalu lintas ke pelabuhan non-Iran melalui Selat Hormuz.

Detail Operasi Militer

Dua kapal perusak rudal pandu USS Frank E. Petersen Jr. dan USS Michael Murphy telah memasuki selat sehari sebelumnya untuk operasi pembersihan ranjau. Laksamana Brad Cooper, komandan CENTCOM, menyebut upaya ini membentuk “passage baru” bagi industri maritim. Trump di Truth Social menekankan intersepsi kapal yang bayar toll ke Iran di perairan internasional, dengan ancaman keras: “Siapa pun Iran yang menembak kami atau kapal damai akan DIHANCURKAN!”.

Wakil Presiden JD Vance, pimpinan delegasi AS, menyatakan Iran tolak “tawaran terbaik kami”, sementara negosiator Iran Mohammad Bagher Ghalibaf tuding AS gagal bangun kepercayaan.

Respons Iran dan Dampak Global

IRGC ancam respons “tegas dan kuat” terhadap kapal militer mendekati selat, menurut agen berita semi-resmi Iran. Harga Brent crude telah tembus $113 per barel akhir Maret, dan melonjak 8 persen lagi imbas pengumuman blokade, mencapai $102 per barel.

Senator Mark Warner (D-VA) di CNN ragukan strategi ini: “Saya tak paham bagaimana blokade bisa paksa Iran buka selat.” Trump yakin Iran akan kembali bernegosiasi dan “beri segalanya yang kita mau”.

Blokade ini berpotensi picu perang terbuka di Timur Tengah, mengguncang pasar energi global dan stabilitas ekonomi dunia, termasuk Indonesia sebagai importir minyak bersih. Pemantauan ketat diperlukan atas perkembangan selanjutnya.  ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

TPS Ilegal Marak, Nabilah Aboebakar: Pemprov DKI Harus Perketat Pengawasan Sampah

DCNews, Jakarta — Persoalan sampah di Ibu Kota kembali...

Harga Emas Antam Hari Ini 12 Agustus 2026 Anjlok Rp30.000, Investor Perlu Waspadai Volatilitas

DCNews, Jakarta — Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk...

Destry Damayanti dan Ujian Independensi Bank Indonesia

Oleh: Asep Dahlan (Ketua Yayasan Hijrah Financial Indonesia | Pendiri...

Surat Presiden Tunjuk Destry Damayanti, OJK-LPS Kompak Dukung Calon Gubernur BI

DCNews, Jakarta — Presiden Prabowo Subianto mengirimkan surat kepada...