DCNews, Jakarta – Sentimen pelonggaran kebijakan moneter AS kembali mendominasi pergerakan pasar global pada perdagangan Rabu (26/11/2025). Hal ini, ditandai dengan penguatan logam mulia, tekanan pada harga minyak mentah, serta pelemahan dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama.
Sementara itu, indeks Nasdaq mencatat reli lanjutan seiring meningkatnya minat investor pada saham-saham teknologi.
Emas Menguat
Harga emas bergerak naik ke level USD 4.160–4.170 per troy ons. Penguatan terjadi seiring melemahnya imbal hasil obligasi AS dan meningkatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga The Federal Reserve dalam beberapa bulan mendatang. Rentang pergerakan emas berada pada USD 3.960–4.130.
Minyak Mentah Melemah
Harga WTI turun menuju USD 58 per barel. Tekanan terjadi setelah laporan persediaan minyak AS menunjukkan kenaikan signifikan, menandai permintaan global yang masih lemah. Rentang perdagangan berada pada USD 56–60 per barel.
Euro Stabil, Dolar Melemah
Nilai tukar EUR/USD berada di kisaran 1,1565. Euro menguat tipis seiring pelemahan dolar AS dan sikap wait-and-see jelang rilis data inflasi zona euro.
Pound Menguat Moderat
GBP/USD mencatat penguatan moderat didukung stabilitas pasar tenaga kerja Inggris. Namun volatilitas tetap tinggi di tengah ketidakpastian kebijakan Bank of England.
Yen Menguat
USD/JPY bergerak menurun setelah komentar pejabat Jepang memicu spekulasi intervensi pasar valuta. Pair berpotensi menguji level 148–149.
Nasdaq Lanjut Menghijau
Indeks Nasdaq kembali mencatat kenaikan. Saham-saham teknologi berkapitalisasi besar memimpin penguatan, didorong prospek positif sektor AI dan ekspektasi kebijakan moneter yang lebih longgar pada 2026. ***

