Market Brief Selasa (25/11/2025): Komoditas & Kurs Global Melemah, Saham AS Tahan Diri Jelang Data Penting

Date:

DCNews, Jakarta – Pasar keuangan global tampak berhati-hati pada Selasa pagi (25/11/2025) setelah prospek revisi turunnya permintaan barang komoditas utama, sementara data moneter dan ekonomi yang menanti membuat investor menahan posisi.

Sektor emas dan minyak terdampak, sementara pasangan mata uang utama dan indeks saham AS pun kurang bergairah.

Berikut update breaf marketnya, hari ini (Selasa, 25 November 2025):

Emas (Gold)

Harga emas masih mendapat dukungan dari sentimen ketidakpastian global dan ekspektasi suku bunga yang relatif rendah. Sebagai contoh, salah satu analisis menyebut bahwa rally emas didorong oleh pelarian ke aset safe-haven ketika data ekonomi makin lemah.

Namun, pertumbuhan emas diperkirakan akan lebih “sederhana” dibanding lonjakan sebelumnya..Outlook: Emas diperkirakan akan terus dicermati sebagai instrumen lindung nilai, namun kenaikan lanjutan memerlukan katalis baru — misalnya lonjakan risiko geopolitik atau pelonggaran moneter yang nyata.

Minyak (Oil)

Pasar minyak menghadapi tekanan dari data yang menunjukkan kelebihan pasokan global dan pertumbuhan permintaan yang melambat. Menurut laporan International Energy Agency (IEA), inventori minyak dunia meningkat dan suplai non-OPEC+ terus bertambah.

Salah satu bank besar memperkirakan harga minyak Brent akan turun menjadi sekitar USD 66/barrel pada 2025. Outlook: Sektor minyak masih rentan terhadap penurunan harga hingga muncul perbaikan permintaan global atau keputusan pasokan yang lebih agresif.

EUR/USD

Pasangan mata uang euro terhadap dolar AS (EUR/USD) kini berada dalam kisaran yang relatif sempit, dengan resistance di sekitar 1,1606 dan support di kawasan 1,1563. Prediksi teknikal menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut ke area 1,1470–1,1449 jika support ditembus.

Outlook: EUR/USD cenderung bergerak sideways menanti rilis data inflasi AS atau kebijakan suku bunga yang bisa menjadi pemicu breakout.

GBP/USD

Analisis menunjukkan bahwa GBP/USD baru saja menyelesaikan gelombang penurunan menuju sekitar 1,3038, dan kini berada dalam rentang konsolidasi sekitar 1,3118.

Jika level 1,3188 ditembus ke atas, potensi kenaikan menuju 1,3188 terbuka; sebaliknya, jika turun di bawah 1,3022 bisa menuju 1,2990 atau lebih.

Outlook: Poundsterling tetap rentan terhadap data ekonomi dan ekspektasi bank sentral Inggris, sehingga polisihan upside terbatas kecuali ada katalis kuat.

USD/JPY

Pasangan yen Jepang terhadap dolar AS (USD/JPY) masih mendapatkan dorongan dari diferensial suku bunga antara AS dan Jepang serta posisi dolar yang relatif kuat.

Namun secara teknikal, indikasi “overbought” telah muncul, meningkatkan risiko koreksi jangka pendek.

Outlook: Potensi koreksi terbatas tetap ada, terutama jika imbal hasil obligasi AS melemah atau ada sinyal pelonggaran kebijakan moneter dari Jepang.

Indeks Nasdaq

Saham teknologi AS, yang menjadi inti dari NASDAQ Composite, tampak bergerak hati-hati. Institusi wealth management Eropa menyebut bahwa konsumen AS yang masih tangguh membuat saham AS tetap menarik, namun valuasi tinggi dan risiko eksternal membuat mereka menahan berat ke overweight.

Outlook: Sektor teknologi masih mendapat dukungan jangka menengah, tetapi tren harian diperkirakan flat hingga ada katalis baru seperti laporan laba, kebijakan moneter atau reformasi teknologi.

Periode Konsolidasi

Pasar keuangan global memasuki periode konsolidasi jelang data dan kebijakan penting. Emas tetap menjadi pilihan lindung nilai, minyak masih ditekan oleh ekspektasi oversupply, mata uang utama terjebak range, dan indeks saham AS menunggu langkah selanjutnya. Investor dianjurkan menjaga likuiditas dan bersiap menghadapi volatilitas saat katalis muncul. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Tabrakan Kereta di St Bekasi Timur: 4 Tewas, 79 Luka, KAI Pastikan Evakuasi Tuntas dan Investigasi KNKT Berjalan

DCNews, Jakarta — Tabrakan kereta di Stasiun Bekasi Timur pada...

Breaking News: Tabrakan Kereta di Stasiun Bekasi Timur Malam Ini: KRL Ditabrak KA Jarak Jauh, Sejumlah Penumpang Terluka

DCNews, Jakarta — Tabrakan antara kereta rel listrik (KRL)...

Klarifikasi BFI Finance soal Penarikan Lexus RX350 di Surabaya, Kang Dahlan: Regulator Perketat Pengawasan DC

DCNews, Surabaya — Kasus penarikan paksa mobil mewah yang...

Kasus FUKU Massages Batam: Eks Karyawan Tuntut Gaji, Warga Klaim Data Dipakai Pinjol

DCNews, Batam — Sejumlah keluhan serius mencuat dari pihak-pihak...