Industri Keuangan Tumbuh Pesat, OJK Laporkan Kinerja Positif Himbara, Fintech, dan Kripto Kuartal III 2025

Date:

DCNews, Jakarta — Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pada Rabu (5/11/2025) melaporkan geliat positif industri jasa keuangan nasional pada kuartal III tahun 2025. Hampir seluruh sektor —dari perbankan Himbara, fintech lending, asuransi, hingga aset kripto— mencatat pertumbuhan kuat di tengah kondisi ekonomi global yang masih bergejolak.

Industri pinjaman online (fintech lending) menjadi salah satu penopang ekspansi inklusi keuangan. Hingga September 2025, total penyaluran pinjaman mencapai Rp90,99 triliun, meningkat 22,16% dibanding periode sebelumnya. Meski tumbuh cepat, tingkat risiko pinjaman bermasalah (TWP90) tetap terkendali di 2,82% –menandakan disiplin manajemen risiko yang terjaga.

Di sisi lain, Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) memperlihatkan kinerja solid. OJK mencatat total kredit yang disalurkan bank-bank Himbara tumbuh 8,62% menjadi Rp3.649,3 triliun, melampaui rata-rata pertumbuhan nasional sebesar 7,7%. Dana pihak ketiga (DPK) juga naik 12,89%, lebih tinggi dari rata-rata nasional 11,18%. Rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) berada di level aman, yakni 21,2%.

Menurut OJK, kebijakan pemerintah menempatkan Rp200 triliun dana negara di Himbara terbukti efektif memperkuat likuiditas, menurunkan suku bunga, serta mendorong fungsi intermediasi perbankan.

Industri Asuransi dan Pembiayaan Tetap Tangguh

Sektor asuransi komersial juga menunjukkan performa kuat dengan tingkat permodalan jauh di atas ambang batas. Rasio Risk Based Capital (RBC) asuransi jiwa tercatat 4.081,94%, sementara asuransi umum dan reasuransi di 336,38% — menegaskan ketahanan modal industri di tengah fluktuasi ekonomi.

Sementara itu, industri pembiayaan (multifinance) menyalurkan total pembiayaan sebesar Rp507,14 triliun, naik 1% dibanding tahun sebelumnya. Pertumbuhan didorong oleh lonjakan pembiayaan modal kerja sebesar 10,61%. Risiko kredit juga tetap terkendali, dengan rasio NPF gross 2,37% dan NPF net 0,85%.

Adapun industri penjaminan mencatat peningkatan aset 1,37% menjadi Rp48,24 triliun, dan dana pensiun menorehkan kenaikan aset 8,18% menjadi Rp1.622,78 triliun. OJK menilai, rencana restrukturisasi dana pensiun menjadi langkah penting menuju industri yang lebih efisien dan tangguh, tanpa mengabaikan perlindungan peserta.

Kripto dan Inovasi Digital Terus Berkembang

Tak hanya sektor konvensional, aset kripto juga menunjukkan pertumbuhan signifikan. Hingga September 2025, tercatat 1.419 aset kripto aktif diperdagangkan di Indonesia, dengan total pengguna mencapai 18,6 juta dan nilai transaksi menembus Rp38,64 triliun.

OJK menilai tren ini mencerminkan meningkatnya adopsi teknologi finansial di masyarakat sekaligus tantangan baru dalam pengawasan pasar digital.

Fokus pada Perlindungan Konsumen dan Tata Kelola

Dalam laporan tersebut, OJK juga menegaskan komitmennya menjaga stabilitas sistem keuangan dan memperkuat perlindungan konsumen. Sejumlah kebijakan strategis telah diterapkan, di antaranya:

1. Mendorong akses pembiayaan UMKM melalui regulasi baru agar kredit lebih cepat, murah, dan inklusif tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian.

2. Menertibkan pengelolaan rekening bank umum guna mencegah penipuan dan penyalahgunaan rekening tidak aktif.

3. Memperkuat Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) agar tetap menjadi sumber data netral dalam penilaian kredit.

4. Memerangi judi daring, dengan memblokir 25.912 rekening bank yang terindikasi terlibat dalam aktivitas ilegal tersebut, hasil kolaborasi OJK dan Kementerian Komunikasi dan Digital.

Dengan sederet pencapaian dan pengawasan yang konsisten, OJK optimistis industri jasa keuangan Indonesia akan terus tumbuh sehat, inklusif, dan berdaya tahan tinggi, menjadi penopang utama stabilitas ekonomi nasional. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Pinjol Ilegal Mengancam Data Pribadi, Pemerintah Dorong Literasi Digital untuk Lindungi Masyarakat

DCNews, Purwokerto — Di tengah meningkatnya penetrasi layanan keuangan digital,...

Implementasi KUHP Baru, Habib Aboe Bakar Soroti Langkah Progresif Kejati Kalsel

DCNews, Banjarmasin – Di tengah fase transisi penerapan Kitab...

Respons AFPI atas Kasus Indosaku: PT TIN Diproses untuk Dikeluarkan

DCNews, Jakarta — Asosiasi industri fintech Indonesia bergerak cepat...

May Day di Monas, Prabowo Tekankan Peningkatan Kesejahteraan Buruh dan Perlindungan Kerja

DCNews, Jakarta — Ribuan buruh yang memadati kawasan Monumen...