DCNews, Jakarta — Harga emas bergerak terbatas, minyak mentah melanjutkan kenaikan tujuh hari beruntun, nilai tukar utama berfluktuasi hati-hati, dan Indeks Nasdaq kembali mencatat rekor tertinggi di tengah ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta antisipasi keputusan suku bunga The Fed dan bank sentral lainnya pekan ini, menurut data pasar yang dirilis pagi ini Selasa, 28 April 2026.
Komoditas
Emas
Harga emas spot diperdagangkan naik tipis 0,2% ke US$4.693,04 per ons, sedangkan kontrak berjangka AS naik 0,3% ke US$4.707,80 per ons. Pergerakan masih terjebak di kisaran sempit di atas level psikologis US$4.700, dipengaruhi tarik-menarik antara permintaan sebagai aset perlindungan risiko akibat konflik AS-Iran dan tekanan dari potensi suku bunga tetap tinggi lebih lama. Pasar menunggu kejelasan hasil pertemuan Federal Reserve yang berlangsung Rabu besok, di mana diperkirakan suku bunga tidak akan diubah.
Minyak
Harga minyak mentah Brent menguat 0,4% menjadi US$108,68 per barel, dan WTI naik 0,6% ke US$96,96 per barel. Kenaikan ini berlanjut tujuh hari berturut-turut akibat gangguan pasokan di Selat Hormuz, jalur yang melayani seperlima perdagangan minyak dunia, meskipun telah ada usulan gencatan senjata. Para pedagang kini lebih memantau arus pasokan nyata dibandingkan pernyataan politik, mengingat lalu lintas pelayaran di wilayah tersebut masih berkurang drastis.
Nilai Tukar
– EUR/USD: Bergerak di level 1,1720, melemah tipis 0,08% setelah sempat menyentuh 1,1747 sehari sebelumnya. Euro tertekan karena kekhawatiran pelemahan ekonomi kawasan Eropa, meskipun Bank Sentral Eropa mempertahankan sikap kebijakan moneter yang ketat.
– GBP/USD: Berada di posisi 1,3527, naik 0,05% seiring data inflasi Inggris yang masih di atas target, yang membuat pelaku pasar memperkirakan suku bunga tetap tinggi lebih lama.
– USD/JPY: Di angka 159,40, naik 0,3% dan bertahan di bawah level 160. Para investor menunggu pertemuan Bank Jepang akhir pekan ini untuk melihat apakah ada perubahan kebijakan suku bunga, sementara pemerintah Jepang terus mengawasi pergerakan mata uang untuk mencegah pelemahan yen yang terlalu tajam.
Indeks Pasar Saham
Nasdaq
Indeks Nasdaq Composite ditutup pada posisi 24.887,10 poin atau naik 0,2% pada perdagangan Senin kemarin, sekaligus mencatat rekor tertinggi baru sepanjang masa. Penguatan ini dipicu kenaikan saham-saham teknologi unggulan seperti Nvidia yang naik 4%, meskipun kenaikan dibatasi oleh kekhawatiran dampak kenaikan harga energi terhadap biaya operasional perusahaan dan inflasi secara keseluruhan .
Analisis Dahlan Consultant
Menutup ringkasan pasar hari ini, Dahlan, pendiri dan konsultan keuangan di Dahlan Consultant, Asep Dahlan memberikan analisisnya kalau seluruh pergerakan pasar saat ini berpusat pada dua faktor utama: risiko geopolitik di Timur Tengah dan kebijakan suku bunga bank sentral utama. Emas bergerak lambat karena pasar masih bimbang antara membutuhkan perlindungan risiko atau menghindari aset yang sensitif terhadap suku bunga.
Minyak berpotensi tetap tinggi selama gangguan pasokan belum selesai, yang selanjutnya bisa memicu tekanan inflasi baru. Untuk mata uang, dolar AS masih menjadi pilihan utama saat ketidakpastian meningkat, sedangkan pergerakan yen sangat tergantung kebijakan Bank Jepang pekan ini.
Sementara itu, kenaikan Nasdaq menunjukkan kepercayaan pada sektor teknologi tetap kuat, meskipun investor harus tetap waspada terhadap kemungkinan koreksi jika ada kejutan data ekonomi atau perkembangan konflik yang makin memanas. Sebaiknya, para pelaku pasar membagi alokasi aset dan selalu memperbarui strategi sesuai perkembangan terbaru, demikian analisis pria yang akrab disapa Kang Dahlan itu. ***

