Harga Emas Pegadaian Kompak Turun Pagi Ini, Investor Disarankan Cermati Momentum

Date:

DCNews, Jakarta — Tren pelemahan harga emas kembali berlanjut pada Selasa pagi (28/4/2026), dengan tiga produk utama di platform Sahabat Pegadaian—Antam, UBS, dan Galeri24—mengalami penurunan serentak. Kondisi ini menandai adanya tekanan lanjutan di pasar logam mulia domestik, seiring dinamika eksternal yang belum stabil.

Berdasarkan pembaruan pukul 07.53 WIB, harga emas Antam tercatat turun ke Rp2.922.000 per gram dari sebelumnya Rp2.938.000. Emas UBS ikut terkoreksi menjadi Rp2.868.000 dari Rp2.879.000, sementara Galeri24 melemah ke Rp2.810.000 dari Rp2.820.000 per gram.

Penurunan ini mencerminkan respons pasar domestik terhadap pergerakan global, termasuk fluktuasi harga emas dunia dan penguatan dolar AS. Dalam kondisi seperti ini, investor cenderung melakukan penyesuaian portofolio, terutama pada aset safe haven seperti emas.

Di platform Pegadaian, emas Galeri24 tersedia dalam rentang luas mulai 0,5 gram hingga 1 kilogram. UBS diperdagangkan hingga 500 gram, sedangkan Antam ditampilkan hingga 100 gram. Adapun harga resmi Antam di laman Logam Mulia biasanya diperbarui setelah pukul 08.30 WIB.

Kisaran harga terbaru menunjukkan bahwa:

  • Galeri24: Rp1.473.000 (0,5 gram) hingga Rp2.723.148.000 (1.000 gram)
  • Antam: Rp1.514.000 (0,5 gram) hingga Rp286.117.000 (100 gram)
  • UBS: Rp1.550.000 (0,5 gram) hingga Rp1.390.809.000 (500 gram)

Meski mengalami koreksi, emas tetap menjadi instrumen yang banyak diminati masyarakat sebagai penyimpan nilai, terutama dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global dan potensi tekanan inflasi.

Konsultan keuangan sekaligus pendiri Dahlan Consultant, Asep Dahlan atau Kang Dahlan, melihat kondisi ini sebagai bagian dari dinamika pasar yang sehat. Ia menilai penurunan harga emas justru memberi ruang bagi investor untuk masuk dengan harga lebih kompetitif. “Yang perlu dipahami, emas itu bukan untuk spekulasi jangka pendek. Ketika harga turun, itu kesempatan untuk averaging, bukan keluar dari pasar,” kata Kang Dahlan.

Ia juga mengingatkan pentingnya diversifikasi aset di tengah volatilitas global. Menurutnya, emas sebaiknya tetap menjadi bagian dari portofolio, namun dengan porsi yang terukur agar investor tetap fleksibel menghadapi perubahan kondisi ekonomi. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Market Breaf, Selasa 28 April 2026: Emas Stabil, Minyak Terus Naik, Indeks Teknologi Cetak Rekor Baru

DCNews,  Jakarta — Harga emas bergerak terbatas, minyak mentah...

Sampaikan Belasungkawa, Sari Yuliati Desak Investigasi Tabrakan Kereta Bekasi Timur

DCNews, Jakarta — Di tengah duka yang menyelimuti insiden tabrakan...

Tabrakan Kereta di St Bekasi Timur: 4 Tewas, 79 Luka, KAI Pastikan Evakuasi Tuntas dan Investigasi KNKT Berjalan

DCNews, Jakarta — Tabrakan kereta di Stasiun Bekasi Timur pada...

Breaking News: Tabrakan Kereta di Stasiun Bekasi Timur Malam Ini: KRL Ditabrak KA Jarak Jauh, Sejumlah Penumpang Terluka

DCNews, Jakarta — Tabrakan antara kereta rel listrik (KRL)...