DCNews, Jakarta — Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) terpantau stagnan pada perdagangan Sabtu pagi, 28 Maret 2026, di tengah minimnya sentimen baru dari pasar global.
Mengacu pada data resmi Logam Mulia, harga emas Antam ukuran 1 gram berada di level Rp2.810.000 per gram, tidak berubah dibandingkan hari sebelumnya. Sementara itu, harga buyback—nilai yang diterima saat investor menjual kembali emas—bertahan di Rp2.414.000 per gram.
Stabilnya harga ini mencerminkan fase konsolidasi setelah pergerakan emas global yang cenderung fluktuatif dalam beberapa pekan terakhir.
Emas Antam tersedia dalam berbagai ukuran, mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram (1 kilogram), memberikan fleksibilitas bagi investor ritel maupun institusi untuk menyesuaikan strategi investasi sesuai profil risiko dan kapasitas dana.
Rincian harga emas Antam hari ini:
- 0,5 gram: Rp1.455.000
- 1 gram: Rp2.810.000
- 2 gram: Rp5.560.000
- 3 gram: Rp8.315.000
- 5 gram: Rp13.825.000
- 10 gram: Rp27.595.000
- 25 gram: Rp68.862.000
- 50 gram: Rp137.645.000
- 100 gram: Rp275.212.000
- 250 gram: Rp687.765.000
- 500 gram: Rp1.375.320.000
- 1.000 gram: Rp2.750.600.000
Ketentuan pajak transaksi emas
Mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 34/PMK.10/2017, transaksi emas batangan dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22.
Untuk pembelian emas:
- 0,45 persen bagi pemilik NPWP
- 0,9 persen bagi non-NPWP
Setiap transaksi disertai bukti potong sebagai dasar pelaporan pajak.
Adapun untuk transaksi buyback dengan nilai di atas Rp10 juta:
- 1,5 persen bagi pemilik NPWP
- 3 persen bagi non-NPWP
Pajak tersebut dipotong langsung dari nilai transaksi penjualan kembali.
Analisis pasar
Pergerakan harga emas yang cenderung datar hari ini mengindikasikan pasar tengah menunggu katalis baru, terutama dari arah kebijakan suku bunga bank sentral global seperti Federal Reserve. Ekspektasi penurunan suku bunga biasanya menjadi pendorong utama kenaikan harga emas karena menekan imbal hasil obligasi dan melemahkan dolar AS.
Di sisi lain, ketidakpastian geopolitik global masih menjadi faktor penahan penurunan harga emas, menjaga permintaan aset safe haven tetap kuat. Bagi investor domestik, kondisi ini menunjukkan bahwa emas masih relevan sebagai instrumen lindung nilai (hedging), namun potensi kenaikan jangka pendek cenderung terbatas selama belum ada sinyal kuat perubahan arah kebijakan moneter global. ***

