Perputaran Uang Idulfitri 2026 Diprediksi Meningkat, Konsultan Keuangan Kang Dahlan Soroti Pola Belanja Masyarakat

Date:

DCNews, Jakarta — Momentum Idulfitri 2026 kembali menjadi pendorong utama perputaran uang nasional, dengan lonjakan konsumsi masyarakat yang diperkirakan lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya. Fenomena ini menjadi sorotan kalangan ekonom dan praktisi keuangan, termasuk konsultan keuangan sekaligus pendiri Dahlan Consultant, Asep Dahlan, yang akrab disapa Kang Dahlan.

Dalam keterangannya, Sabtu (21/3/2026) Kang Dahlan menilai Idulfitri bukan sekadar momentum religius, melainkan juga siklus ekonomi tahunan yang memiliki dampak signifikan terhadap pergerakan uang di berbagai sektor.

“Perputaran uang saat Idulfitri selalu mengalami lonjakan, terutama dari sektor konsumsi rumah tangga. Tahun ini, trennya masih kuat, didorong oleh mobilitas masyarakat yang tinggi dan peningkatan belanja,” ujarnya.

Menurutnya, pola pengeluaran masyarakat selama Lebaran 2026 didominasi oleh kebutuhan tradisional seperti makanan, pakaian, transportasi mudik, hingga pemberian tunjangan hari raya (THR). Namun, ia mencatat adanya perubahan perilaku, di mana transaksi digital semakin mendominasi dibandingkan uang tunai.

Kang Dahlan menjelaskan, digitalisasi keuangan membuat perputaran uang menjadi lebih cepat dan luas. “Sekarang masyarakat tidak hanya berbelanja secara langsung, tapi juga melalui e-commerce dan pembayaran digital. Ini mempercepat siklus uang berputar di ekonomi,” katanya.

Lebih jauh, ia menyoroti bahwa peningkatan konsumsi ini memberi dampak positif terhadap pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM), khususnya di sektor kuliner, fesyen, dan transportasi. Meski demikian, ia mengingatkan masyarakat untuk tetap bijak dalam mengelola keuangan pasca-Lebaran.

“Euforia belanja saat Lebaran seringkali membuat pengeluaran tidak terkontrol. Setelah itu, banyak yang mengalami tekanan finansial. Ini yang harus diantisipasi,” tegasnya.

Kang Dahlan menyarankan agar masyarakat mulai menyusun kembali anggaran setelah Idulfitri, termasuk memprioritaskan tabungan dan investasi. Ia juga mengingatkan pentingnya membangun dana darurat untuk menghadapi ketidakpastian ekonomi ke depan.

Dari sisi makro, ia menilai perputaran uang selama Idulfitri 2026 berpotensi menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal kedua. Namun, efek tersebut bersifat jangka pendek jika tidak diikuti dengan peningkatan produktivitas.

“Lebaran memang mendorong konsumsi, tapi keberlanjutan ekonomi tetap bergantung pada investasi dan produktivitas. Jadi ini harus dijaga keseimbangannya,” tutup Kang Dahlan. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Dinsos Lobar Temukan Penerima Bansos Terindikasi Pinjol dan Judi Online Dicoret

DCNews, Lombok Barat — Sejumlah penerima bantuan sosial (bansos) di...

Nabilah Minta Rusun DKI Tetap Prioritaskan MBR dan MBT

DCNews, Jakarta – Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD...

Pengesahan RUU Perampasan Aset Ditarget 15 Desember 2026, Pimpinan DPR Siap Mundur Jika Gagal

DCNews, Jakarta - Pimpinan DPR RI menetapkan 15 Desember...

Karyawan Gerai Kopi di Badung Ditemukan Tewas di Gudang Minimarket, Motif Belum Diketahui

DCNews, Bandung — Aktivitas sebuah minimarket di kawasan Desa Buduk,...