OJK Perketat Pengawasan Siber Pasar Modal Usai Pembobolan Rekening Dana Nasabah

Date:

DCNews, Jakarta — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan tidak menyepelekan kasus pembobolan Rekening Dana Nasabah (RDN) yang belakangan marak terjadi di sejumlah perusahaan efek. OJK memandang serangan siber sebagai ancaman serius terhadap integritas dan stabilitas pasar modal nasional.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi, mengatakan insiden serangan siber tersebut memang belum dikategorikan sebagai insiden sistemik, namun berpotensi mengancam infrastruktur utama pasar modal jika tidak segera diantisipasi.

“Insiden serangan siber berupa pembobolan RDN yang terjadi beberapa waktu lalu belum dikategorikan sebagai insiden sistemik karena dampaknya masih terbatas dan tidak meluas ke infrastruktur inti pasar modal. Namun potensi untuk menjadi sistemik tetap ada,” ujar Inarno dalam keterangan tertulis, Minggu (12/10/2025).

Sebagai langkah antisipasi, OJK bekerja sama dengan Self-Regulatory Organization (SRO) untuk memperkuat pengawasan terhadap sistem keamanan teknologi informasi (IT) di seluruh pelaku industri pasar modal. Upaya ini mencakup peningkatan infrastruktur keamanan siber, pembentukan mekanisme tanggap darurat, dan koordinasi lintas lembaga — termasuk melalui Indonesia Anti Scam Center — guna memastikan respon cepat dan terkoordinasi jika terjadi insiden siber.

Selain itu, OJK juga telah melakukan investigasi menyeluruh terhadap kasus pembobolan di salah satu perusahaan efek. Berdasarkan hasil penyelidikan, OJK mengidentifikasi sejumlah kelemahan yang perlu segera dibenahi oleh pelaku industri untuk mencegah kejadian serupa.

Langkah-langkah tersebut menjadi bagian dari strategi OJK menjaga kepercayaan investor dan stabilitas sistem keuangan nasional, di tengah meningkatnya ancaman kejahatan digital terhadap sektor keuangan.

Langkah OJK Perkuat Keamanan Siber Pasar Modal

1. Investigasi dan Audit Menyeluruh
OJK melakukan audit keamanan siber terhadap perusahaan efek dan sistem perdagangan daring untuk mengidentifikasi potensi celah digital.

2. Kolaborasi dengan SRO dan Indonesia Anti Scam Center
Meningkatkan koordinasi lintas lembaga untuk respon cepat dalam kasus kebocoran data atau peretasan sistem.

3. Penguatan Infrastruktur IT
Mendorong pelaku pasar modal mengadopsi sistem multi-layer security dan real-time threat monitoring.

4. Peningkatan Kapasitas SDM Siber
Pelatihan intensif bagi pelaku industri dan petugas pengawas untuk menghadapi pola serangan siber terbaru.

5. Edukasi Investor dan Nasabah
Kampanye literasi digital untuk mendorong pengguna aktif mengamankan data dan menghindari modus penipuan online. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Pinjol Ilegal Mengancam Data Pribadi, Pemerintah Dorong Literasi Digital untuk Lindungi Masyarakat

DCNews, Purwokerto — Di tengah meningkatnya penetrasi layanan keuangan digital,...

Implementasi KUHP Baru, Habib Aboe Bakar Soroti Langkah Progresif Kejati Kalsel

DCNews, Banjarmasin – Di tengah fase transisi penerapan Kitab...

Respons AFPI atas Kasus Indosaku: PT TIN Diproses untuk Dikeluarkan

DCNews, Jakarta — Asosiasi industri fintech Indonesia bergerak cepat...

May Day di Monas, Prabowo Tekankan Peningkatan Kesejahteraan Buruh dan Perlindungan Kerja

DCNews, Jakarta — Ribuan buruh yang memadati kawasan Monumen...