Daya Beli Tertekan, Asep Dahlan Minta Pemerintah Antisipasi Pelemahan Keyakinan Konsumen

Date:

DCNews Jakarta — Bank Indonesia (BI) melaporkan penurunan tajam keyakinan konsumen pada Agustus 2025. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) hanya mencapai 117,2, level terendah sejak September 2022, meski masih berada di zona optimistis.

IKK yang berada di atas 100 mencerminkan konsumen masih percaya diri terhadap kondisi ekonomi saat ini dan enam bulan mendatang. Namun angka Agustus tersebut melemah dari Juli 2025 yang tercatat 118,1.

Rinciannya, Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) merosot ke 105,1 dari sebelumnya 106,6 pada Juli. Sementara Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) juga turun tipis menjadi 129,2, dibandingkan 129,6 pada bulan sebelumnya.

Sorotan Konsultan Keuangan

Konsultan keuangan Asep Dahlan menilai tren pelemahan ini harus menjadi peringatan bagi pemerintah dan pelaku usaha. Menurutnya, daya beli masyarakat tengah tertekan oleh kenaikan harga kebutuhan pokok, sementara penghasilan riil tidak banyak mengalami peningkatan.

“Jika tidak ada langkah cepat dalam pengendalian harga pangan dan insentif fiskal yang menyasar kelas menengah bawah, risiko perlambatan konsumsi rumah tangga bisa semakin nyata di kuartal IV,” ujar Asep kepada media, Rabu (10/9/2025).

Ia menambahkan, konsumen kelas menengah atas cenderung menahan belanja untuk kebutuhan sekunder, termasuk properti dan kendaraan, karena menunggu kepastian arah suku bunga.

“Kecenderungan wait and see ini dapat berdampak langsung pada sektor ritel dan manufaktur,” kata pendiri Dahlan Consultant itu.

Dampak ke Ekonomi

Meskipun BI menegaskan bahwa optimisme konsumen masih terjaga, tren penurunan dalam tiga bulan terakhir memberi sinyal hati-hati terhadap daya beli rumah tangga. Padahal, konsumsi rumah tangga selama ini menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi nasional dengan kontribusi lebih dari 50 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Asep Dahlan memperingatkan bahwa jika tren pelemahan berlanjut hingga akhir tahun, pemerintah dan BI perlu memperkuat strategi pengendalian harga serta mempercepat stimulus fiskal untuk menjaga momentum pemulihan ekonomi. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

OJK Soroti Transaksi STNK Only, Risiko Hukum dan Dampaknya ke Multifinance

DCNews, Jakarta — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyoroti praktik...

Penerima Bansos Terlibat Pinjol dan Judol di Pekanbaru Terancam Dicoret

DCNews, Pekanbaru — Pemerintah Kota Pekanbaru mengingatkan Keluarga Penerima...

Video Diduga Debt Collector Datangi Pemilik Mobil di Kartasura Viral, Polisi Turun Tangan

DCNews, Sukoharjo — Sebuah video yang memperlihatkan sejumlah pria...

Bank Aceh Syariah Diadukan ke OJK dan BI, Kuasa Hukum Soroti Dugaan Kebocoran Data CCTV Nasabah

DCNews, Aceh Besar — Kantor Hukum ARZ & Rekan...