Harga Emas Antam Turun Rp13.000 pada 30 Oktober 2026, Buyback Ikut Melemah

Date:

DCNews, Jakarta – Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali terkoreksi pada perdagangan Jumat, 30 Oktober 2026. Penurunan sebesar Rp13.000 per gram membuat harga emas ukuran 1 gram berada di level Rp2.546.000, sementara harga jual kembali atau buyback turun menjadi Rp2.341.000 per gram.

Berdasarkan data resmi Logam Mulia yang diperbarui pukul 08.32 WIB, pelemahan tersebut menunjukkan bahwa harga emas belum sepenuhnya stabil. Kondisi ini menjadi perhatian investor, terutama masyarakat yang menjadikan emas sebagai instrumen penyimpan nilai sekaligus investasi jangka menengah dan panjang.

Penurunan juga terjadi pada produk emas melalui program BRANKAS. Harga BRANKAS tercatat Rp2.488.120 per gram, sedangkan BRANKAS Korporat berada di level Rp2.486.000 per gram. Kedua produk tersebut sama-sama mengalami penurunan Rp13.000.

Tidak hanya emas, harga beli perak juga terkoreksi Rp1.050 menjadi Rp35.650 per gram.

Daftar Harga Emas Antam Jumat, 30 Oktober 2026

Berikut rincian harga emas batangan Antam berdasarkan ukuran yang tercantum dalam laman Logam Mulia:

  • 0,5 gram: Rp1.323.000
  • 1 gram: Rp2.546.000
  • 2 gram: Rp5.032.000
  • 3 gram: Rp7.523.000
  • 5 gram: Rp12.505.000
  • 10 gram: Rp24.955.000
  • 25 gram: Rp62.262.000
  • 50 gram: Rp124.445.000
  • 100 gram: Rp248.812.000
  • 250 gram: Rp621.765.000
  • 500 gram: Rp1.243.320.000
  • 1.000 gram: Rp2.486.600.000

Pergerakan harga tersebut memperlihatkan bahwa koreksi tidak hanya terjadi pada emas ukuran kecil, tetapi juga pada berbagai pecahan hingga 1 kilogram. Investor perlu memperhitungkan selisih harga pembelian dan harga jual kembali sebelum mengambil keputusan transaksi.

Analisis Dahlan Consultants: Investor Emas Perlu Melihat Peluang Jangka Panjang

Konsultan keuangan sekaligus pendiri Dahlan Consultants, Asep Dahlan, yang akrab disapa Kang Dahlan, menilai penurunan harga emas perlu disikapi secara rasional oleh masyarakat. Koreksi harga tidak serta-merta menjadi alasan untuk melepas kepemilikan emas, terutama bagi investor yang memiliki tujuan investasi jangka panjang.

Menurut perspektif analisis investasi, masyarakat sebaiknya tidak mengambil keputusan hanya berdasarkan pergerakan harga harian. Emas lebih tepat ditempatkan sebagai instrumen diversifikasi dan pelindung nilai kekayaan, bukan sarana mencari keuntungan dalam waktu singkat.

Kang Dahlan juga menekankan pentingnya memperhatikan harga buyback sebelum membeli emas. Selisih antara harga beli dan harga jual kembali merupakan komponen biaya yang dapat memengaruhi keuntungan investor.

Bagi masyarakat yang memiliki dana terbatas, pembelian secara bertahap dapat menjadi strategi untuk mengurangi risiko membeli seluruh emas pada satu tingkat harga. Namun, dana kebutuhan pokok dan dana darurat tetap harus diprioritaskan.

Dengan demikian, koreksi harga emas Antam pada Jumat ini dapat menjadi momentum bagi investor untuk mengevaluasi strategi investasinya. Keputusan membeli maupun menjual sebaiknya didasarkan pada tujuan keuangan, kemampuan likuiditas, dan jangka waktu investasi, bukan semata-mata mengikuti fluktuasi pasar. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Pandu Sjahrir Buka Suara soal Saham Supra Sekuritas yang Disanksi OJK, Tegaskan Kepemilikannya Pasif

DCNews, Jakarta – Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia...

Polda Papua Barat Daya Edukasi Pelajar SMA soal Bahaya Judol, Pinjol, dan Narkoba

DCNews, Sorong – Judi online (judol), pinjaman online (pinjol),...

OJK Terima Denda Rp2,1 Triliun dari Kasus Manipulasi Saham DSSA, BREN, dan CUAN

DCNews, Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menerima...

Wabup Kuningan Dorong Literasi Keuangan hingga Pelosok Desa untuk Cegah Jeratan Pinjol Ilegal

DCNews,.Bandung – Perluasan akses layanan keuangan formal hingga pelosok...