Penipuan Jadi Aduan Terbanyak Kedua di OJK Cirebon, Fintech Lending Paling Banyak Dikeluhkan

Date:

DCNews, Cirebon — Penipuan di sektor jasa keuangan menjadi salah satu persoalan utama yang mendorong masyarakat mendatangi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Dalam periode tersebut, tercatat 344 layanan konsultasi dan pengaduan terkait penipuan atau 17,55 persen dari total 2.126 layanan konsumen.

Kepala OJK Cirebon Agus Muntholib mengatakan, jumlah tersebut menempatkan penipuan sebagai jenis permasalahan yang paling banyak dikonsultasikan dan diadukan konsumen setelah sistem layanan informasi keuangan (SLIK).

“Dari jenis permasalahan yang dikonsultasikan dan diadukan, penipuan sektor jasa keuangan sebanyak 344 layanan atau 17,55%,” kata Agus, Jumat (25/9/2026).

Data OJK Cirebon mencatat, persoalan SLIK menjadi yang terbanyak dengan 417 layanan atau 21,28 persen. Setelah penipuan, permintaan keringanan menempati posisi berikutnya dengan 244 layanan atau 12,45 persen.

Kemudian, sebanyak 174 layanan atau 8,88 persen berkaitan dengan permintaan informasi. Sementara itu, persoalan penyalahgunaan data tercatat sebanyak 154 layanan atau 7,86 persen.

Secara keseluruhan, OJK Cirebon menerima 2.126 konsultasi dan pengaduan konsumen selama delapan bulan pertama 2026. Mayoritas layanan tersebut disampaikan secara langsung melalui mekanisme walk-in, yakni sebanyak 1.726 layanan atau 78,36 persen.

Adapun 399 layanan lainnya atau 21,64 persen disampaikan melalui surat maupun aplikasi layanan konsumen.

Fintech Lending Jadi Sektor dengan Aduan Terbanyak

Jika dikelompokkan berdasarkan sektor jasa keuangan, fintech lending menjadi sektor yang paling banyak menerima konsultasi dan pengaduan konsumen di wilayah kerja OJK Cirebon.

Agus menyebutkan, layanan yang berkaitan dengan fintech lending mencapai 669 layanan atau 31,47 persen dari keseluruhan konsultasi dan pengaduan.

“Jika dilihat berdasarkan sektor jasa keuangan, fintech lending menjadi sektor dengan layanan konsultasi dan pengaduan terbanyak. Jumlahnya mencapai 669 layanan atau 31,47%,” katanya.

Bank umum berada di posisi berikutnya dengan 647 layanan atau 30,43 persen.

Sementara itu, perusahaan pembiayaan tercatat sebanyak 237 layanan atau 11,15 persen. Kategori lain-lain mencapai 233 layanan atau 10,96 persen, entitas ilegal sebanyak 191 layanan atau 8,98 persen, serta BPR sebanyak 97 layanan atau 4,56 persen.

Kabupaten Cirebon Dominasi Layanan Konsumen

Berdasarkan wilayah, Kabupaten Cirebon menjadi daerah dengan jumlah layanan konsultasi dan pengaduan terbanyak. OJK Cirebon mencatat sebanyak 993 layanan atau 46,71 persen berasal dari wilayah tersebut.

Kota Cirebon menyusul dengan 661 layanan atau 31,09 persen. Kemudian Kabupaten Kuningan sebanyak 163 layanan atau 7,67 persen, Kabupaten Indramayu 159 layanan atau 7,48 persen, dan Kabupaten Majalengka 134 layanan atau 6,30 persen.

“Adapun wilayah di luar Ciayumajakuning menyumbang 16 layanan atau 0,75%,” ujar Agus.

Selain menerima konsultasi dan pengaduan, OJK Cirebon juga memproses 9.743 permintaan layanan SLIK debitur hingga Agustus 2026.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 6.313 permintaan dilakukan secara langsung atau offline. Sementara 3.430 permintaan lainnya diajukan secara daring melalui laman iDebKu OJK.

Pegawai Swasta Paling Banyak Mengadu

Dilihat dari latar belakang pekerjaan, pegawai swasta menjadi kelompok konsumen yang paling banyak menyampaikan konsultasi dan pengaduan kepada OJK Cirebon.

Jumlahnya mencapai 599 konsumen atau 28,17 persen. Berikutnya adalah wirausaha sebanyak 512 konsumen atau 24,08 persen dan ibu rumah tangga sebanyak 392 konsumen atau 18,44 persen.

Sementara itu, kelompok ASN/TNI/Polri tercatat sebanyak 270 konsumen. Pelajar dan mahasiswa sebanyak 145 konsumen, kelompok umum atau lainnya 107 konsumen, serta pensiunan sebanyak 101 konsumen.

Berdasarkan jenis kelamin, konsumen laki-laki tercatat sebanyak 1.145 orang atau 53,9 persen. Adapun konsumen perempuan mencapai 981 orang atau 46,1 persen.

Data tersebut menunjukkan bahwa konsultasi dan pengaduan konsumen OJK Cirebon selama delapan bulan pertama 2026 datang dari berbagai kelompok masyarakat, dengan persoalan penipuan sektor jasa keuangan menjadi salah satu isu yang paling banyak disampaikan. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

OJK Soroti Ancaman Scam di Era Digital, Literasi Keuangan Generasi Muda Perlu Diperkuat

DCNews, Jakarta — Kemudahan transaksi keuangan digital membawa konsekuensi...

Polres Rejang Lebong Periksa Ponsel Personel, Cegah Judi Online dan Pinjol Ilegal

DCNews, Rejang Lebong — Pengawasan internal terhadap anggota Polri...

Kopdes Merah Putih Jadi Alternatif Pembiayaan agar Warga Tak Bergantung pada Pinjol dan Rentenir

DCNews, Jakarta — Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih didorong tidak...

Pinjol Ilegal Mengintai Identitas Warga, DPRD Jatim Dorong Pemprov Perketat Perlindungan Data

DCNews, Surabaya — Maraknya pengaduan pinjaman online (pinjol) ilegal...