DCNews, Jakarta — Harga emas batangan Antam kembali melemah pada awal pekan. Harga emas produksi PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) yang dipasarkan melalui Logam Mulia turun Rp2.000 per gram pada Senin (14/9/2026), mencerminkan pergerakan tipis pasar emas setelah harga sehari sebelumnya berada di level Rp2,604 juta.
Mengutip situs resmi Logam Mulia, harga emas Antam pecahan 1 gram pada Senin pagi tercatat Rp2.602.000. Harga tersebut turun dari posisi Minggu (13/9/2026) sebesar Rp2.604.000 per gram.
Penurunan serupa terjadi pada harga pembelian kembali atau buyback. Antam menetapkan harga buyback emas sebesar Rp2.452.000 per gram, turun Rp2.000 dibandingkan harga sehari sebelumnya yang mencapai Rp2.454.000 per gram.
Selisih antara harga jual dan buyback atau spread pada emas Antam 1 gram kini mencapai Rp150.000 per gram. Selisih ini menjadi salah satu faktor yang perlu diperhitungkan investor, terutama mereka yang membeli emas untuk jangka pendek.
Daftar Harga Emas Antam 14 September 2026
Berikut harga emas batangan Antam keluaran Logam Mulia pada Senin (14/9/2026), belum termasuk pajak:
| Pecahan | Harga |
|---|---|
| 0,5 gram | Rp1.351.000 |
| 1 gram | Rp2.602.000 |
| 5 gram | Rp12.825.000 |
| 10 gram | Rp25.570.000 |
| 25 gram | Rp63.760.000 |
| 50 gram | Rp127.355.000 |
| 100 gram | Rp254.560.000 |
| 250 gram | Rp636.090.000 |
| 500 gram | Rp1.271.900.000 |
| 1.000 gram | Rp2.542.600.000 |
Harga tersebut merupakan harga jual emas batangan Antam yang tercantum di situs Logam Mulia dan belum memasukkan komponen pajak yang berlaku.
Analisis Dahlan Consultant: Investor Perlu Melihat Spread dan Tujuan Investasi
Konsultan keuangan sekaligus pendiri Dahlan Consultant, Asep Dahlan yang akrab disapa Kang Dahlan, menilai penurunan harga emas Antam sebesar Rp2.000 per gram perlu dibaca secara proporsional. Perubahan harian yang tipis tidak serta-merta menunjukkan perubahan besar dalam arah investasi emas.
Menurutnya, investor perlu membedakan antara pergerakan harga jangka pendek dan tujuan kepemilikan emas sebagai aset penyimpan nilai. Emas lebih tepat dipertimbangkan dengan horizon investasi yang sesuai kebutuhan, bukan semata-mata berdasarkan kenaikan atau penurunan harga dalam satu hari.
“Investor perlu melihat harga beli, harga buyback, dan jangka waktu investasinya. Jangan hanya terpaku pada harga jual karena ketika emas dijual kembali, yang menjadi acuan adalah harga buyback,” demikian pokok analisis Kang Dahlan.
Ia juga mengingatkan calon pembeli untuk memperhitungkan spread antara harga jual dan buyback. Dengan spread Rp150.000 per gram pada pecahan 1 gram, investor perlu memahami bahwa harga emas harus naik cukup untuk menutup selisih tersebut sebelum menghasilkan keuntungan ketika dijual kembali.
Bagi masyarakat yang membeli emas secara bertahap, penurunan tipis dapat menjadi bagian dari dinamika pasar yang perlu dipantau, bukan alasan untuk mengambil keputusan secara emosional. Kang Dahlan menekankan pentingnya konsistensi, kemampuan keuangan, dan penyesuaian strategi dengan tujuan investasi masing-masing.
Namun, investor tetap perlu memperhatikan perkembangan harga emas, kondisi ekonomi global, nilai tukar rupiah, serta kebijakan suku bunga yang dapat memengaruhi pergerakan logam mulia. Harga emas dapat berubah setiap hari sehingga keputusan pembelian maupun penjualan sebaiknya dilakukan dengan pertimbangan yang matang. ***

