Industri Keuangan Nonbank Tetap Tumbuh, OJK Sebut Asuransi dan Pembiayaan Masih Solid

Date:

DCNews, Jakarta — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kinerja industri jasa keuangan nonbank (IKNB) menunjukkan tren yang beragam sepanjang Juni 2026. Di tengah tantangan ekonomi yang masih membayangi sejumlah sektor, industri asuransi, dana pensiun, perusahaan pembiayaan, dan pinjaman daring (pindar) tetap membukukan pertumbuhan, sementara perusahaan penjaminan masih mengalami tekanan dengan penurunan aset secara tahunan.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengatakan sektor asuransi masih menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan IKNB. Hingga Juni 2026, total aset industri asuransi mencapai Rp1.184,72 triliun, meningkat 1,86 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

“Secara umum, permodalan di industri asuransi komersial masih memadai dan solid,” ujar Friderica dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Berkala KSSK III/2026 di Kantor LPS, Jakarta Selatan, Senin (3/8/2026).

Ketahanan industri asuransi juga tercermin dari tingkat permodalannya. OJK mencatat rasio Risk Based Capital (RBC) asuransi jiwa mencapai 461,94 persen, sedangkan RBC asuransi umum dan reasuransi sebesar 318,52 persen. Angka tersebut jauh melampaui ketentuan minimum regulator sebesar 120 persen, yang menunjukkan kemampuan perusahaan asuransi dalam memenuhi kewajiban kepada pemegang polis masih berada pada level yang aman.

Pertumbuhan juga terlihat pada industri dana pensiun. Total aset dana pensiun pada Juni 2026 mencapai Rp1.680,57 triliun, atau meningkat 6,47 persen secara tahunan. Sementara itu, aset dana pensiun program sukarela tumbuh 4,06 persen menjadi Rp407,33 triliun, mencerminkan masih meningkatnya akumulasi dana masyarakat untuk kebutuhan hari tua.

Namun, tidak seluruh subsektor IKNB mencatatkan kinerja positif. OJK melaporkan total aset perusahaan penjaminan masih mengalami kontraksi sebesar 3,05 persen secara tahunan menjadi Rp45,83 triliun.

“Total aset perusahaan penjaminan mengalami kontraksi sebesar minus 3,05 persen secara year on year menjadi Rp45,83 triliun,” kata Friderica.

Di sektor perusahaan pembiayaan, OJK mencatat piutang pembiayaan tumbuh 1,88 persen menjadi Rp511,26 triliun. Pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh pembiayaan modal kerja yang meningkat 6,36 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Menurut OJK, kualitas pembiayaan tetap terjaga. Rasio Non-Performing Financing (NPF) gross berada di level 3,01 persen, sedangkan NPF net tercatat 0,81 persen. Selain itu, rasio gearing perusahaan pembiayaan berada di angka 2,12 kali, masih jauh di bawah batas maksimum yang ditetapkan regulator sebesar 10 kali, sehingga ruang ekspansi pembiayaan dinilai masih cukup besar.

Sementara itu, industri pinjaman daring atau pindar kembali menjadi subsektor dengan laju pertumbuhan tertinggi di dalam IKNB. Outstanding pembiayaan hingga Juni 2026 mencapai Rp105,14 triliun, meningkat 25,88 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Meski mencatat pertumbuhan yang agresif, OJK menilai kualitas pembiayaan sektor pindar masih relatif terkendali. Hal itu tercermin dari tingkat wanprestasi di atas 90 hari (TWP90) yang berada di level 4,26 persen, menunjukkan risiko kredit bermasalah masih dapat dikelola oleh para penyelenggara.

Secara keseluruhan, data OJK menunjukkan industri jasa keuangan nonbank masih memiliki daya tahan yang cukup kuat di tengah dinamika ekonomi. Meski terdapat tekanan pada subsektor penjaminan, pertumbuhan aset, permodalan yang solid, serta kualitas pembiayaan yang tetap terjaga di sektor asuransi, dana pensiun, perusahaan pembiayaan, dan pinjaman daring menjadi indikator bahwa stabilitas IKNB masih berada dalam kondisi yang sehat. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

OJK: Outstanding Pinjol Tembus Rp105,14 Triliun pada Juni 2026, Kredit Bermasalah Tetap Terkendali

DCNews, Jakarta – Industri pinjaman daring (pindar) atau pinjaman...

Persib Lolos ke Final Piala Presiden 2026, Igor Tolic Soroti Jadwal Padat yang Tak Sesuai Standar FIFA

DCNews, Gianyar — Di tengah euforia keberhasilan Persib Bandung...

Cegah Debt Collector Meresahkan, Polsek Rancaekek Perkuat Pengamanan di Jalur Bandung-Garut

DCNews, Bandung — Kepolisian meningkatkan patroli preventif di sejumlah...

Apresiasi Pengungkapan Narkoba Terbesar Oleh Polda Kalsel, DPR Minta Sinergi Nasional Perangi Sindikat Internasional

BANJARMASIN, REPORTER.ID – Keberhasilan Direktorat Reserse (Ditres) Narkoba Polda...