Literasi Keuangan Jadi Benteng Keluarga Kupang dari Jeratan Pinjol Ilegal

Date:

DCNewa, Kupang — Pemerintah Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, mendorong penguatan literasi keuangan di tingkat keluarga sebagai salah satu cara menghadapi risiko jeratan pinjaman online ilegal dan tekanan gaya hidup konsumtif yang dapat mengganggu ketahanan ekonomi rumah tangga.

Pesan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kota Kupang Jeffry E. Pelt saat membuka Pelatihan Literasi Keuangan Rumah Tangga bagi anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Kupang di Aula Lantai II Kantor Bapenda Kota Kupang, Sabtu (26/9/2026).

Menurut Jeffry, kecakapan mengelola keuangan tidak boleh dipandang sekadar sebagai bagian dari program kerja organisasi. Kemampuan tersebut merupakan kebutuhan penting bagi keluarga, terutama di tengah semakin mudahnya transaksi dan akses layanan keuangan secara digital.

“Literasi keuangan sangat penting agar kita bisa menghargai uang, mengelola pengeluaran dengan bijak, dan memilih mana yang dibutuhkan dan mana yang diinginkan,” kata Jeffry.

Ia mengingatkan, kemudahan transaksi digital perlu diimbangi dengan kemampuan membedakan kebutuhan dan keinginan. Tanpa pengelolaan keuangan yang disiplin, tekanan untuk memenuhi gaya hidup berpotensi mendorong keluarga mengambil pinjaman yang justru membebani kondisi ekonomi rumah tangga.

“Jangan sampai karena tuntutan gaya hidup, kita kemudian terjebak dalam pinjaman online yang dapat mengganggu kondisi ekonomi dan kehidupan keluarga,” ujarnya.

Jeffry menekankan, ketahanan ekonomi keluarga tidak berarti membatasi seluruh kebutuhan atau menghilangkan pengeluaran untuk memenuhi kebutuhan hidup. Yang lebih penting, menurut dia, adalah kemampuan mengatur prioritas dan mengalokasikan pendapatan secara disiplin.

Salah satu prioritas yang perlu diperhatikan adalah menyiapkan tabungan untuk kebutuhan masa depan, khususnya biaya kesehatan dan pendidikan anak.

Pelatihan tersebut diikuti 60 peserta yang merupakan perwakilan dari berbagai dinas, badan, hingga kecamatan di lingkungan Pemerintah Kota Kupang. Kegiatan menghadirkan pemateri dari Bank Indonesia dan BKAD.

Selain materi mengenai pengelolaan keuangan rumah tangga, kegiatan berlangsung dalam suasana interaktif dengan nuansa budaya lokal yang kuat.

Di bagian depan ruangan, spanduk utama menggunakan ornamen tenun NTT dengan tema “Peran Anggota DWP dalam Mendukung Ketahanan Ekonomi Keluarga Melalui Manajemen Keuangan Rumah Tangga yang Berkelanjutan.”

Nuansa serupa terlihat pada meja panggung yang dilapisi kain tenun bermotif daerah dan dihiasi vas bunga putih.

Sekda Kota Kupang Jeffry E. Pelt hadir mengenakan kemeja biru dengan selendang tenun khas NTT. Ia didampingi Ketua DWP Kota Kupang Ny. Ellisah Pelt–Lumban Tobing, S.Pt., yang mengenakan busana daerah.

Antusiasme peserta juga terlihat saat mereka bersama para pemateri dari Bank Indonesia dan BKAD mengabadikan foto dengan pose salam literasi berbentuk huruf “L”.

Bagi Pemkot Kupang, penguatan literasi keuangan di lingkungan keluarga menjadi bagian penting dalam membangun kemampuan masyarakat mengelola pendapatan, menentukan prioritas pengeluaran, serta mempersiapkan kebutuhan masa depan secara lebih terencana. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Bukan Cuma Likuiditas, OJK Ungkap Alasan Rp2.548 Triliun Kredit Belum Ditarik

DCNews, Jakarta — Perbankan nasional masih memiliki ruang besar...

Bansos Warga Pekanbaru Hilang akibat Perubahan Desil, Pinjol Jadi Salah Satu Temuan

DCNews, Pekanbaru — Warga Pekanbaru yang tiba-tiba kehilangan bantuan...

Harga Emas Pegadaian Senin 28 September 2026 Stabil, Galeri 24 Rp2,549 Juta per Gram

DCNews, Jakarta — Harga emas yang diperdagangkan melalui Pegadaian...

Polisi Perketat Patroli di Kopo Bihbul Bandung, Aksi Debt Collector Jadi Perhatian

DCNewa, Margahayu — Kehadiran polisi di sejumlah ruas jalan...