DCNews, Jakarta — Pemerintah mulai menyalurkan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) menjelang Idulfitri 2026. Kementerian Keuangan melaporkan realisasi pembayaran THR hingga 10 Maret 2026 telah mencapai Rp11,16 triliun atau sekitar 20,3 persen dari total anggaran yang disiapkan pemerintah sebesar Rp55 triliun.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan pencairan tersebut telah menjangkau lebih dari dua juta pegawai pemerintah pusat, termasuk anggota TNI dan Polri. Namun, ia menegaskan masih ada sejumlah kementerian dan lembaga yang belum mengajukan pencairan anggaran ke Kementerian Keuangan.
“Realisasi THR ASN per 10 Maret itu sekitar Rp11 triliun,” kata Purbaya kepada wartawan di kantornya, Selasa (10/3/2026).
Menurut dia, Kementerian Keuangan pada dasarnya telah menyiapkan seluruh anggaran yang dibutuhkan untuk pembayaran THR. Kendala pencairan di beberapa instansi, kata dia, lebih disebabkan proses administrasi pengajuan dari masing-masing kementerian atau lembaga yang belum selesai.
“Bukan karena dananya tidak tersedia. Uangnya sudah ada. Hanya saja kadang-kadang kantornya belum mengajukan ke kami. Kalau sudah diajukan, langsung bisa dicairkan,” ujar Purbaya.
Rincian Penerima THR
Dari total Rp11,16 triliun yang telah disalurkan, dana tersebut diberikan kepada 2.076.377 pegawai pemerintah pusat dengan rincian sebagai berikut:
- THR Pegawai Negeri Sipil (PNS): Rp6,1 triliun untuk 825.928 pegawai
- THR Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK): Rp752,82 miliar untuk 295.054 pegawai
- THR anggota Polri: Rp1,8 triliun untuk 461.119 personel
- THR prajurit TNI: Rp2,23 triliun untuk 452.874 personel
- THR pegawai non-PNS (PPNPN): Rp153,42 miliar untuk 39.486 pegawai
Secara keseluruhan, sebanyak 8.279 satuan kerja (satker) kementerian dan lembaga telah memproses pembayaran THR bagi pegawainya.
THR Pensiunan Hampir Tuntas
Selain ASN aktif, pemerintah juga telah menyalurkan THR kepada para pensiunan. Hingga 9 Maret 2026, pembayaran kepada pensiunan mencapai sekitar Rp11 triliun atau 94,63 persen dari total penerima.
Penyaluran tersebut dilakukan melalui dua badan pengelola pensiun, yakni PT Taspen dan PT Asabri.
- PT Taspen menyalurkan sekitar Rp10 triliun kepada 3.115.324 pensiunan (94,02 persen).
- PT Asabri menyalurkan Rp1,44 triliun kepada 503.560 pensiunan (99,13 persen).
Realisasi ASN Daerah Masih Rendah
Berbeda dengan pemerintah pusat, realisasi pembayaran THR bagi ASN daerah masih sangat rendah. Hingga 9 Maret 2026, baru tiga pemerintah daerah yang menyalurkan THR dengan total Rp127,6 miliar kepada 16.848 pegawai.
Jumlah tersebut baru sekitar 0,54 persen dari total 546 pemerintah daerah di seluruh Indonesia.
Total Anggaran THR 2026
Pemerintah mengalokasikan total Rp55 triliun untuk pembayaran THR Idulfitri 2026, meningkat sekitar 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp49 triliun.
Anggaran tersebut dialokasikan untuk:
- 2,4 juta ASN pusat termasuk TNI dan Polri: Rp22,2 triliun
- 4,3 juta ASN daerah: Rp20,2 triliun
- 3,8 juta pensiunan: Rp12,7 triliun
Pemerintah berharap percepatan pencairan THR dapat meningkatkan daya beli masyarakat menjelang Lebaran sekaligus mendorong perputaran ekonomi domestik pada kuartal pertama tahun ini. ***

