DCNews, Jakarta — Perdagangan global pada Rabu (3/12/2025) dibuka dengan arah beragam. Harga emas bergerak menguat ke kisaran US$4.014 per troy ounce, sementara minyak dunia melemah. Di pasar valuta asing, pelaku pasar mencermati pergerakan EUR/USD, USD/JPY, dan GBP/USD, sementara indeks teknologi Nasdaq menunjukkan momentum positif di tengah ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter Amerika Serikat.
Emas (GOLD)
Harga emas dunia bergerak stabil hingga menguat ke area US$4.014 per ons, selepas tekanan pada sesi sebelumnya akibat penguatan dolar AS dan naiknya imbal hasil obligasi. Secara teknikal, emas dinilai berpeluang melanjutkan rebound jika mampu menembus area resistensi US$4.027–4.046.
Minyak (OIL)
Komoditas minyak bergerak melemah pada awal sesi. Penurunan ini turut tercermin pada pergerakan ETF minyak di pasar AS yang turun tipis, seiring ekspektasi permintaan global yang lesu dan tekanan suplai. Pelaku pasar masih berhati-hati karena volatilitas harga energi diproyeksikan berlanjut sampai akhir tahun.
EUR/USD
Pasangan EUR/USD menjadi sorotan utama pekan ini. Meski sempat oversold, tekanan bearish masih membayangi pergerakan euro. Investor menunggu data inflasi dan sinyal kebijakan moneter Bank Sentral Eropa dan Federal Reserve untuk menentukan arah berikutnya.
GBP/USD
Gerak GBP/USD cenderung mengikuti sentimen dolar AS. Ketiadaan katalis baru membuat pound bergerak dalam rentang sempit. Pasar menunggu data ekonomi Inggris yang akan dirilis pekan ini sebagai penentu arah tren berikutnya.
USD/JPY
Pasangan USD/JPY mencatat pergerakan stabil namun cenderung menguat, didorong ekspektasi data ekonomi AS dan potensi perubahan kebijakan moneter The Fed. Yen tetap tertekan oleh kebijakan ultra-longgar Bank of Japan.
Nasdaq
Indeks teknologi Nasdaq, yang direpresentasikan ETF QQQ, dibuka menguat. Penguatan ini didorong optimisme pasar terhadap kemungkinan penurunan suku bunga AS pada awal 2026, membuat sektor teknologi kembali menjadi magnet bagi investor global.
Analisis & Kesimpulan Pasar
Pasar hari ini menunjukkan karakter mixed movement, dengan kecenderungan menunggu arah baru dari data ekonomi AS.
- Emas tetap menjadi pilihan aman dan berpotensi menguat jika tekanan dolar mereda.
- Minyak masih berada dalam tren hati-hati akibat kekhawatiran permintaan global.
- Forex menunjukkan minim arah, tetapi EUR/USD dan USD/JPY menawarkan potensi volatilitas menjelang rilis data ekonomi penting.
- Nasdaq memberi sinyal risk-on terbatas, didukung ekspektasi suku bunga lebih longgar.
Secara keseluruhan, investor disarankan menjaga posisi konservatif sambil memanfaatkan peluang jangka pendek di instrumen yang sedang berada dalam fase teknikal menarik, seperti emas dan pasangan USD/JPY. ***

